STARJOGJA.COM, JOGJA—Museum Affandi merupakan museum yang menghadirkan berbagai koleksi karya seni sang maestro Affandi. Terletak di Jl. Laksda Adisucipto No.167, Yogyakarta, bentuk bangunan yang menyerupai daun pisang ini didesain sendiri oleh Affandi.
Museum ini terdiri dari tiga galeri utama. Galeri pertama berisi karya-karya milik Affandi berupa lukisan dan patung.
Nila, Gallery sitter Museum Affandi, menjelaskan bahwa pada galeri pertama memuat lukisan Affandi dari awal hingga akhir hidupnya yang dikurasi oleh Affandi sendiri. Lukisan yang dipamerkan termasuk lukisan cat air, pastel di atas kertas, serta cat minyak di atas kanvas.
“Lukisan yang di bawah merupakan lukisan asli yang dilukis Affandi, sedangkan yang di atas adalah lukisan repro karena suhu di atas masih panas dan belum stabil yang membuat lukisan bisa meleleh,” jelasnya (Kamis, 20 Agustus 2026).
Selain menampilkan karya-karya Affandi, galeri pertama juga menghadirkan berbagai penghargaan yang pernah diraih serta kendaraan-kendaraan pribadi Affandi, seperti sepeda dan Mitsubishi seri Galant GTO 1970 yang dimodifikasi Affandi sendiri. Galeri ini dibangun sejak tahun 1962 dan diresmikan pada tahun 1973.
Nila menambahkan, beberapa karya Affandi menggunakan model istrinya sendiri, Maryati. Maryati sendiri yang menawarkan diri untuk menjadi model lukisan karena untuk menyewa model pada zaman dulu sangat mahal.
“Bu Maryati menawarkan diri dengan satu syarat, kalau yang dilukis tubuh, beliau tidak ingin dilihatkan wajahnya. Bu Maryati berhenti dilukis setelah beliau bilang kalau merasa tua,” ujarnya.
Pembangunan galeri kedua Museum Affandi diberikan dukungan dana oleh Presiden Soeharto dan diresmikan pada tahun 1988. Galeri ini menyajikan sketsa-sketsa perjalanan Affandi ketika pertama kali bepergian ke luar negeri.
“Kapal dalam perjalanan ke India, di-sketch sama beliau. Jadi perjalanan malam, siang baliau melukis di kapal itu, nanti sampai beliau ke Eropa,” ungkap sang gallery sitter.
Galeri ketiga merupakan bangunan galeri paling baru yang diresmikan pada tahun 2000. Di galeri ini tidak menampilkan karya-karya milik Affandi, melainkan karya milik keluarga Affandi, mulai dari istri, anak, hingga sang cucu.
Pengunjung yang sudah mengelilingi Museum Affandi dapat beristirahat di Café Loteng dan membeli beragam souvenir yang ditawarkan. Di café tersebut, pengunjung dapat menukarkan tiket masuk museum mereka dengan berbagai pilihan minuman yang sudah disediakan.
Tarif masuk Museum Affandi bagi turis domestik dibanderol dengan harga Rp50.000, sedangkan bagi pelajar atau mahasiswa hanya dikenakan harga Rp25.000. Bagi pengunjung yang ingin mendokumentasikan karya-karya milik Affandi, dikenakan tarif tambahan sebanyak Rp20.000.
Baca juga: Pameran Smarabawana Ajak Pengunjung Menelusuri Sejarah dan Filosofi Kraton Yogyakarta
Penulis: Dwina Kayla







Comments