STARJOGJA.COM, Info – Sebanyak 11.099 mahasiswa baru Program Sarjana dan Sarjana Terapan Universitas Gadjah Mada (UGM) mengikuti penutupan PIONIR Gadjah Mada 2026 di Lapangan Pancasila UGM, Sabtu (15/8). Penutupan yang dikemas melalui Selebrasi Kolaborasi menjadi momentum bagi Gadjah Mada Muda merayakan kebersamaan setelah mengikuti rangkaian orientasi sejak 3 Agustus 2026.
Puncak kegiatan ditandai dengan Selebrasi Formasi GAMADA 2026. Menggunakan kertas berwarna, seluruh mahasiswa baru menampilkan 18 formasi secara bergantian selama sekitar tujuh menit hingga membentuk Formasi Patracita.
Selebrasi tersebut kemudian ditutup dengan pesan “Sinergi Wujudkan Prestasi” yang menggambarkan semangat mahasiswa baru untuk melanjutkan perjalanan akademiknya di UGM dengan mengedepankan kebersamaan dan kolaborasi.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si., mengatakan rangkaian PIONIR tidak hanya menjadi kegiatan pengenalan lingkungan kampus, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan nilai-nilai ke-UGM-an.
“Kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa baru untuk mengimplementasikan nilai-nilai ke-UGM-an, khususnya kepedulian, kolaborasi, dan pengabdian kepada masyarakat,” tutur Arie.
Salah satu rangkaian utama PIONIR Gadjah Mada 2026 adalah Action Plan yang berlangsung pada 9–14 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di 20 kelurahan, terdiri atas enam wilayah di Kabupaten Sleman dan 14 wilayah di Kota Yogyakarta.
Sebanyak 201 gugus mahasiswa kemudian dibagi menjadi 754 kelompok kecil untuk menjangkau berbagai wilayah masyarakat. Selain melakukan interaksi langsung dengan masyarakat, mahasiswa juga melakukan penanaman pohon sebagai bagian dari penguatan kepedulian terhadap lingkungan dan program Green Campus.
Rangkaian PIONIR 2026 sendiri mencakup kegiatan tingkat universitas, fakultas, soft skill, hingga Action Plan. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa baru diajak mengenal nilai-nilai ke-UGM-an, mengembangkan potensi diri, sekaligus membangun kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
Wali Kota Yogyakarta sekaligus alumni UGM, Dr. (H.C.) dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K), turut mengapresiasi tema PIONIR tahun ini yang mengajak mahasiswa mengukir jati diri dan membangun kemandirian.
Hasto mengatakan pendidikan yang diperolehnya di UGM menjadi bekal untuk memahami kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan pelayanan dengan penuh kesabaran.
“Saya dididik oleh Gadjah Mada ini untuk kemudian bisa mandiri, bisa juga menyelami keperluan masyarakat dan bisa melayani masyarakat dengan sabar,” ujarnya.
Menurut Hasto, mahasiswa perlu mengenali potensi dan keunikan diri masing-masing. Berbagai tantangan yang muncul selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi juga perlu dipandang sebagai proses untuk membangun ketangguhan.
Di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan artifisial yang berlangsung cepat, Hasto mengingatkan mahasiswa agar tetap memegang nilai-nilai luhur. Kemampuan memanfaatkan teknologi, menurutnya, perlu berjalan beriringan dengan kejujuran akademik, kepekaan sosial, dan kepedulian terhadap kemanusiaan.
“Ukirlah jati diri dengan ilmu, integritas, dan juga pengabdian. Berdirilah di atas kaki sendiri, tetapi jangan pernah lupa berjalan bersama-sama masyarakat,” katanya.
Penutupan PIONIR Gadjah Mada 2026 sekaligus menjadi penanda dimulainya perjalanan 11.099 Gadjah Mada Muda sebagai bagian dari keluarga besar UGM. Selebrasi kolaborasi di Lapangan Pancasila menjadi simbol bahwa perjalanan mahasiswa tidak hanya tentang pencapaian akademik, tetapi juga tentang membangun sinergi, kepedulian, dan kontribusi bagi masyarakat.
Sumber : Humas UGM







Comments