“Kami mengombinasikan karakter morfologi dengan analisis DNA untuk memperoleh bukti yang lebih komprehensif. Hasilnya menunjukkan T. oriens memiliki karakter yang konsisten dan berbeda dari spesies terdekatnya sehingga layak ditetapkan sebagai spesies baru,” kata Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN Kunto Wibowo, Senin (20/7/2026).
Kunto menjelaskan, spesies baru tersebut memiliki sejumlah karakteristik yang membedakannya dari ikan gobi lain dalam genus yang sama. Ciri khasnya meliputi lima bercak jingga terang di sepanjang tubuh, bercak kuning kecil di bagian kepala, serta dua filamen memanjang pada sirip punggung pertama ikan jantan.
“Penamaan spesies ini juga menjadi bentuk pengakuan terhadap lokasi penemuannya. Kami berharap temuan ini dapat menjadi pemicu penelitian lanjutan untuk mengungkap kekayaan biodiversitas laut Indonesia yang masih sangat besar,” ujarnya.
Nama oriens diambil dari bahasa Latin yang berarti “timur” atau “matahari terbit”. Penamaan tersebut terinspirasi dari warna jingga cerah pada tubuh ikan sekaligus merujuk pada Banyuwangi yang dikenal dengan julukan The Sunrise of Java.
Sejauh ini, Tomiyamichthys oriens baru ditemukan di kawasan pesisir Banyuwangi dengan habitat dasar perairan berpasir. Berdasarkan informasi nelayan setempat, ikan tersebut hidup di perairan dangkal, meski hubungan ekologisnya dengan udang yang umumnya menjadi pasangan hidup kelompok ikan gobi masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Temuan ini menambah daftar spesies ikan yang berhasil dideskripsikan dari perairan Indonesia sekaligus mempertegas besarnya potensi keanekaragaman hayati laut Nusantara yang belum seluruhnya terdokumentasi. BRIN menyebut riset biosistematika akan terus diperkuat untuk mendukung upaya konservasi, pengelolaan, dan pemanfaatan biodiversitas Indonesia.
Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal internasional bereputasi ZooKeys Volume 1283 Tahun 2026 melalui artikel berjudul “Tomiyamichthys oriens, a new species of shrimpgoby (Teleostei, Gobiidae) from the coast of Banyuwangi, East Java, Indonesia.”






Comments