STARJOGJA.COM, JOGJA— Beragam koleksi kain langka dari berbagai daerah di Nusantara dipamerkan dalam pameran Nusa Wastra: Living Patterns of Nusantara yang kembali digelar di Museum Sonobudoyo. Koleksi tersebut mencakup batik, tenun, songket, kain ikat, hingga kain berbahan kulit kayu.
Khilmi, selaku Gallery Sitter, menjelaskan bahwa pameran Nusa Wastra merupakan agenda tahunan yang digelar secara bergilir di berbagai kota di Indonesia, dengan Yogyakarta menjadi tuan rumah pada tahun ini.
“Pameran ini sebenarnya diadakan setiap tahun dan lokasinya berubah-ubah, tapi untuk tahun ini kebetulan yang dapet giliran tuh Jogja terus juga bertepatan dengan agenda pameran tahunan Museum Sonobudoyo jadi yaudah digabungin aja karena pameran ini juga berada di bawah dinas kebudayaan.” ujar Khilmi.
Sejak memasuki ruang pamer, pengunjung disambut deretan kain dengan beragam motif dan warna yang dilengkapi keterangan mengenai asal daerah, teknik pembuatan, hingga makna filosofinya.
Selain koleksi milik Museum Sonobudoyo, pameran ini juga menampilkan berbagai koleksi kain dari sejumlah museum di Indonesia, bahkan beberapa koleksi dipinjam dari Universitas Leiden, Belanda. Pameran ini juga menampilkan karya wastra hasil kreasi mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
“Karena ini pameran nasional jadi koleksinya bukan hanya dari museum Sonobudoyo, tetapi juga ada dari Universitas Leiden, Belanda. Terus untuk yang bagian kain yang dipasang di patung-patung ini merupakan hasil karya mahasiswa UNY,” jelas Rosa yang juga merupakan Gallery Sitter dalam Nusa Wastra: Living Patterns of Nusantara.
Rosa menambahkan bahwa pameran ini juga menghadirkan pengalaman interaktif bagi pengunjung. Mereka dapat merancang motif batik secara digital melalui komputer, kemudian mencoba langsung proses membatik sebagai bagian dari pengalaman mengenal warisan budaya Nusantara.
“Selain pameran, di sini juga menyediakan fasilitas membatik langsung. Jadi, pengunjung bisa membuat desain batik dengan komputer lalu membatiknya langsung dengan menggunakan alat dan bahan tradisional yang sudah disediakan,” tambahnya.
Berdasarkan keterangan pada panel pameran, Nusa Wastra: Living Patterns of Nusantara bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat terhadap keberagaman wastra sebagai penanda identitas kultural sekaligus mempertegas identitas kebangsaan Indonesia.
Masyarakat dapat mengunjungi pameran Nusa Wastra: Living Patterns of Nusantara hingga 29 Juli 2026 di Gedung Semar dan Gedung Saraswati, Museum Sonobudoyo. Pameran dibuka setiap hari pukul 08.00–21.00 WIB dengan harga tiket masuk Rp10.000.
Baca juga: Museum Sonobudoyo Sebagai Tempat Koleksi Seni dan Budaya
Penulis: Ulima Fauzia Elisa







Comments