NewsPendidikan

Haedar Nashir Minta Indonesia Miliki Roadmap Pendidikan Jangka Panjang

0
roadmap pendidikan Indonesia Muhammadiyah evakuasi 1.000 warga Palestina
Haedar nashir (Humas UMY)
STARJOGJA.COM, Info – Indonesia dinilai membutuhkan arah pembangunan pendidikan yang berkelanjutan dan tidak bergantung pada pergantian pemerintahan. Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan, pendidikan harus ditempatkan sebagai upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, bukan sebagai alat kekuasaan maupun kepentingan ekonomi.
“Jangan letakkan pendidikan sebagai faktor kekuasaan, apalagi menjadi faktor uang. Salah kalau kita menempatkan pendidikan sebagai dua faktor tersebut. Siapa pun yang menjadi kepala dinas, direktur, atau pejabat publik lainnya, semua itu bukan urusan kekuasaan,” ujar Haedar, Sabtu (4/7/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Haedar saat meresmikan Gedung Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS). Acara itu juga dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Fajar Riza Ul Haq.
“Kita belum memiliki roadmap tentang bagaimana strategi jangka panjang mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai ultimate goal pendidikan. Yang sering terjadi adalah kebijakan-kebijakan praktis pada setiap periode pemerintahan. Itu memang penting, tetapi tidak cukup untuk menjawab kebutuhan jangka panjang,” imbuhnya.
Haedar menilai pembangunan pendidikan di Indonesia selama ini lebih banyak dipengaruhi program jangka pendek yang berubah mengikuti siklus pemerintahan. Kondisi tersebut membuat arah pengembangan pendidikan nasional belum memiliki kesinambungan untuk mencapai tujuan besar bangsa.
Menurutnya, visi Indonesia Emas 2045 juga harus tetap berpijak pada amanat konstitusi. Ia mengingatkan agar cita-cita tersebut tidak hanya menjadi agenda politik yang berganti setiap lima tahun.
“Ketika pemerintah diberi kewajiban konstitusional untuk menyediakan pendidikan bagi semua warga negara, semestinya seluruh kebutuhan pendidikan dapat dipenuhi. Namun, ketika hal itu belum sepenuhnya dapat dilakukan, maka lembaga swasta hadir untuk mengambil bagian,” tuturnya.
Haedar menjelaskan, lembaga pendidikan swasta memiliki peran penting dalam mendukung negara memenuhi hak masyarakat memperoleh pendidikan. Muhammadiyah, kata dia, telah menjalankan peran tersebut selama lebih dari satu abad dengan menghadirkan layanan pendidikan bagi masyarakat.
“Hampir satu abad lebih Muhammadiyah mendidik anak-anak bangsa dari keluarga menengah ke bawah. Itu merupakan bentuk pengabdian yang luar biasa, bahkan telah dimulai sebelum Indonesia merdeka,” katanya.
Pada akhir sambutannya, Haedar mengajak seluruh jajaran Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal Muhammadiyah maupun ‘Aisyiyah terus melakukan pembaruan di sektor pendidikan. Menurutnya, pengelolaan pendidikan harus terus berkembang melalui proses reaktualisasi, revitalisasi, reformasi, hingga transformasi agar mampu menjawab tantangan zaman.
“Yang diperlukan saat ini adalah reaktualisasi, revitalisasi, reformasi, bahkan transformasi dalam strategi pengelolaan pendidikan. Semua itu merupakan tahapan yang saling berkesinambungan untuk mewujudkan pendidikan yang lebih maju,” ujarnya.
Sumber : Humas UMY
Bayu

Ribuan Warga Iran Iringi Prosesi Pemakaman Ali Khamenei di Teheran

Previous article

Komunitas Berbagi Beras, Mencari Berkah dengan Cara Ikhlas

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in News