Lifestyle

Komunitas Berbagi Beras, Mencari Berkah dengan Cara Ikhlas

0
berbagi beras
Zainuri, salah seorang relawan Komunitas Berbagi Beras dalam Star Playground di Star FM Yogyakarta

STARJOGJA.COM, JOGJA—Komunitas Berbagi Beras merupakan singkatan dari berkah dan ikhlas. Komunitas tersebut dibentuk dari perkumpulan alumni SMA 1 Sanden pada tahun 2016 dan berkembang menjadi komunitas umum pada tahun 2018.

“Kegiatan rutin kita adalah berbagi beras, sekitar 3 sampai 14 ton sebulan dan penerimanya tetap,” ujar Zainuri, salah seorang relawan Komunitas Berbagi Beras dalam Star Playground di Star FM Yogyakarta.

Zainuri menyebutkan bahwa pembagian beras diprioritaskan untuk duafa di daerah Yogyakarta dengan kategori miskin mutlak. Kebanyakan dari penerima beras merupakan lansia yang sudah tidak bisa mencari nafkah dan tidak ada yang menanggungnya.

Selain membagikan beras, Komunitas Berbagi Beras juga membagikan bantuan lain, seperti membagikan kursi roda, popok, dan membedah rumah.

“Saat pendistribusian beras, relawan juga mendata, duafa ini butuh popok, yang itu butuh kursi roda, kemudian rumahnya tidak layak. Datanya kemudian dikumpulkan untuk dijadikan program di bulan berikutnya,” ujarnya.

Di samping membagikan beras dan barang-barang lainnya, komunitas tersebut pun melakukan pembangunan masjid dan mengirimkan hewan kurban ke daerah-daerah prioritas saat Iduladha.

“Untuk kurban kita memang seringnya mengirim ke daerah terpencil di Jogja, tapi kita juga sering mengirim ke Kebumen, Purworejo. Kalau ada data yang kita dapatkan untuk daerah sekitar Jogja yang membutuhkan, kita prioritaskan di Jogja dulu,” jelas Zainuri.

Komunitas Berbagi Beras membuka donasi melalui rekening yang akan ditutup pada tanggal 10 tiap bulannya. Beras yang sudah dikemas dengan desain yang berbeda setiap bulannya, diambil oleh korwil (koordinator wilayah) untuk disalurkan.

“Saat ini ada 50 daerah kapanewon yang terlibat. Beras nanti diambil kemudian didistribusikan ke relawan cabang yang membawa ke daerahnya masing-masing, kemudian diestafet ke Karang Taruna. Karang Taruna nanti menyalurkan secara door to door,” cetusnya.

Zainuri menyebutkan bahwa di Komunitas Berbagi Beras tidak ada biaya operasional, semua donasi disalurkan secara penuh. Donasi yang dibuka lewat rekening digunakan untuk beras, sedangkan popok, kursi roda, dan barang lainnya diperoleh dari jalur hibah, yakni barang dikirim langsung oleh donatur.

“Kalau yang untuk kayak popok, kursi roda itu biasanya kita lewat jalur hibah. Jadi biar donasi kita itu enggak bercampur karena ada amanah beras dan lain-lain. Mudah untuk didata agar transparan,” ucap Zainuri.

Komunitas Berbagi Beras membuka relawan berupa keorganisasian dan bisa mendaftar langsung ke sekretariat komunitas yang nantinya untuk mengjangkau wilayahnya masing-masing tanpa syarat tertentu dan tanpa batasan usia. Bagi yang berada di luar daerah Yogyakarta, bisa menjadi relawan lepas untuk kegiatan yang bersifat insidental.

“Kalau perorangan dan bukan organisasi, bisa membantu mengemas. Misalkan mau menjadi relawan yang door to door itu silakan bergabung dengan korwil yang sudah ada. Termasuk punya keahlian di tukang dan lain-lain itu bisa membantu bedah rumah dan lain-lain,” tuturnya.

Sampai saat ini, Komunitas Berbagi Beras telah berhasil menyalurkan donasi sejumlah 5,6 miliar rupiah. Kegiatan yang sudah pernah dilakukan dibagikan di laman Facebook Komunitas Berbagi Beras.

“Jadi harapan kami ya komunitas ini bisa terus berkembang. Tidak hanya di Jogja, tapi juga lintas daerah, lintas generasi juga. Jadi nanti bisa menjadi amal kita bersama,” harapnya.

Baca juga : Etalase Naryo Bukti Berbagi Nasi ke Sesama dari Nasi Gratis Jogja

Penulis : Dwina Kayla

Haedar Nashir Minta Indonesia Miliki Roadmap Pendidikan Jangka Panjang

Previous article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lifestyle