STARJOGJA.COM, Info – Banyak yang gagal saat memasak disebabkan karena kesalahan memahami resep sebelum mulai mengolah makanan. Membaca resep secara menyeluruh dan memahami setiap tahap dinilai menjadi kunci agar proses memasak berjalan lancar dan hasilnya sesuai harapan.
“Kenapa? Karena bisa saja ada teknik pembuatan yang belum pernah kita lakukan sebelumnya. Misalnya tertulis menggunakan creaming method. Sebelum mulai memasak, kita harus pastikan tahu semua teknik-teknik tersebut,” katanya dalam acara BCPS x KitchenAid Gathering & Hands-On Workshop di Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Pastry Instructor Bali Culinary Pastry School, Andi Amir, mengatakan banyak orang hanya membaca resep secara sekilas tanpa benar-benar memahami isi dan urutan pengerjaannya. Padahal, kemampuan membaca resep merupakan dasar penting dalam dunia pastry karena berpengaruh terhadap kelancaran proses hingga hasil akhir masakan.
“Setelah bahan baku dikelompokkan ke masing-masing komponen, langkah berikutnya adalah menentukan flow atau urutan kerja,” imbuhnya.
Andi menjelaskan, sebuah resep umumnya terdiri atas nama hidangan, informasi jumlah porsi dan waktu memasak, daftar bahan, serta metode atau langkah-langkah pembuatan. Menurutnya, informasi dasar tersebut perlu dipahami lebih dulu sebelum mulai menyiapkan bahan.
Setelah mengetahui gambaran umum resep, ia menyarankan pembaca untuk memahami metode memasak terlebih dahulu sebelum melihat daftar bahan. Cara ini membantu mengenali teknik yang akan digunakan sehingga proses memasak tidak terhenti di tengah jalan karena kebingungan.
Selanjutnya, daftar bahan juga perlu dipelajari secara teliti, mulai dari jenis, jumlah, hingga keterangan yang menyertainya. Andi menyebut bahan dalam resep idealnya sudah dikelompokkan berdasarkan setiap komponen hidangan agar lebih mudah dipersiapkan.
Sebagai contoh, saat membuat Matcha Tart terdapat beberapa komponen berbeda, seperti chocolate pâte sablée, almond cream, matcha pastry cream, dan whipped coconut cream. Masing-masing memiliki daftar bahan serta proses pembuatan tersendiri sehingga perlu dipisahkan agar proses memasak lebih rapi.
Selain mengelompokkan bahan, Andi mengingatkan pentingnya menyusun urutan kerja sebelum mulai memasak. Ia mengibaratkan proses tersebut seperti membangun rumah yang harus dimulai dari fondasi sebelum memasang atap.
Menurutnya, pemahaman terhadap karakter bahan juga menjadi hal yang tidak boleh diabaikan. Sebagai contoh, adonan yang menggunakan all-purpose flour sebaiknya didiamkan terlebih dahulu di dalam chiller agar kandungan glutennya rileks sehingga menghasilkan tekstur yang lebih baik.
Dengan memahami isi resep secara menyeluruh, menyiapkan bahan sesuai komponen, serta menyusun alur kerja sejak awal, proses memasak dapat berlangsung lebih efektif sekaligus meminimalkan risiko terjadinya kesalahan.
Sumber : Bisnis
Baca juga : Tips Memasak dengan Santan dalam Kemasan







Comments