Kota JogjaNews

Yogyakarta Bidik Nol Kematian Akibat DBD

0
zero kematian dbd

STARJOGJA.COM, JOGJAYogyakarta Bidik Nol Kematian Akibat DBD. Pemkot Yogyakarta berkomitmen untuk memperkuat upaya pengurangan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).

dr. Lana Unwanah M.K.M., Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta mengungkapkan kasus DBD di Kota Yogyakarta memiliki pola siklus yang meningkat setiap lima tahun dan cenderung menurun pada empat tahun berikutnya.

Puncak kasus terakhir terjadi pada 2016 dengan jumlah penderita mencapai lebih dari 1.600 kasus, sebelum akhirnya berbagai upaya, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor berhasil menekan angka kasus maupun angka kematian,” jelas Lana dalam Health Talk: Demam Berdarah Dengue (DBD) di Star FM Yogyakarta.

Menurut Lana, Kota Yogyakarta berhasil mencapai nol kematian akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) selama lima tahun terakhir meskipun kasusnya masih ditemukan. Capaian ini sejalan dengan target Indonesia dan ASEAN untuk mewujudkan zero death akibat DBD pada tahun 2030.

Mudah-mudahan Kota Yogyakarta bisa tetap mempertahankan status ini dengan zero death,” ungkap Lana.

Lana menekankan pentingnya dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat, termasuk tenaga kesehatan, pemangku kepentingan, akademisi, dan sektor swasta, dalam upaya pengendalian DBD. Masyarakat diimbau untuk mengenali gejala penyakit tersebut, seperti demam tinggi di atas 39° C, nyeri badan, mual, muntah, dan mimisan.

Saat merasakan gejala DBD, lakukan pertolongan pertama. Minum obat penurun panas, terapi suportif seperti mencukupi kebutuhan cairan, makan dengan gizi seimbang, dan minum vitamin. Tapi kalau demamnya tidak turun dari dua sampai tiga hari, segera ke dokter,” tambahnya.

Lana mengimbau masyarakat untuk mencegah DBD dengan menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan 3M (menguras, mengubur, dan menutup), serta menggunakan lotion anti nyamuk dan memasang kelambu.

Anandi Ida Ratnani M.Ph., Epidemiolog Kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta menjelaskan penerapan 3M dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara rutin menjadi langkah penting dalam mencegah DBD. Kebiasaan tersebut perlu dilakukan setiap minggu agar risiko penyebaranya dapat ditekan.

3M dan PSN ini dilakukan secara rutin setiap minggu, termasuk memperhatikan ember, ban, kaleng bekas, sampai baju yang digantung di luar lemari,” ujar Anandi dalam Health Talk: Demam Berdarah Dengue (DBD) di Star FM Yogyakarta (18/6/2026).

Masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan terhadap DBD. Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta terus menggalakkan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik.

Penulis : Khoirul Fitrian Baroroh

Usul Rieke Diah Pitaloka untuk Peluncuran Film Seni Merayu Tuhan di Perpusnas

Previous article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Kota Jogja