STARJOGJA.COM, Info – Yayasan Nasi Gratis Jogja (NGJ) memiliki cara yang unik dan inspiratif dalam berbagi dengan masyarakat. Ilham Prihatin pendiri NGJ menceritakan pengalamanmya berbagi makanan gratis dengan meletakkan makanan di dalam etalase kaca di pinggir jalan.
“Jadi, nasi gratis Jogja itu adalah berbagi nasi, bukan sekedar nasi, tapi ada lauk pauknya lengkap yang kami letakkan di cabang-cabang, namanya kami sebut etalase Naryo,” jelas Ilham.
Mengenai makanan, persediaan makanan tersebut dimasak di dapur umum rumahnya sendiri di daerah Piyungan dengan memproduksi 100 hingga 200 bungkus sehari. Aktivitas mulia ini berjalan berkesinambungan berkat dukungan dana dari Kitabisa.com yang telah berjalan sejak awal tahun 2020.
Selain itu, etalase Naryo mengusung konsep siapapun yang ingin mendonasikan menu makanan gratis bisa langsung mengisi etalase tersebut yang penting bersih, halal, dan layak konsumsi dan siapapun yang sedang membutuhkan bisa langsung mengambilnya secara gratis tanpa perlu merasa malu atau terbebani.
“Jadi semuanya boleh ambil tanpa perlu konfirmasi. Yang penting semuanya saling menjaga dan yang mengisi pun tidak perlu kami tanya siapa dari mana. Karena sedekah kebaikan itu tidak melihat SARA,” Tambahnya.
Etalase Nario hadir sebagai pahlawan bagi mereka yang sedang dalam keadaan kelaparan, kekurangan, atau sedang dalam situasi mendesak tanpa perlu merasa sungkan. Tak hanya itu, menurut Ilham, etalase Naryo menjadi salah satu akomodir bagi orang baik yang tidak tahu kemana mau menyalurkan kebaikannya.
Bagas Setio Nugroho, Ketua Yayasan Nasi Gratis Jogja, mengungkapkan rahasia di balik konsistensi mereka dalam menjaga eksistensi etalase Naryo. Menurut Bagas, kunci utama untuk tetap istikamah bergerak di bidang sosial bermula dari pelurusan niat yang tulus.
“Dimulai dari niat. Niatkan untuk bersedekah, niatkan untuk mencari berkah dari Allah, dari Tuhan, berbagi dengan sesama. Apa sih nanti dapatnya? Mungkin kalau dari saya, dapatnya adalah senyuman dari para penerima manfaat,” ungkap Bagas.
Bagas juga menceritakan bagaimana kebahagiaan batin itu muncul bahkan dari proses yang paling sederhana. Ketika para relawan sedang menyusun nasi di etalase, masyarakat atau pekerja jalanan sering kali sudah mengantre dengan tertib.
Hingga saat ini, gerakan kemanusiaan ini sudah berkembang pesat dan dikelola secara mandiri oleh puluhan relawan. Manajemen yang konsisten membawa NGJ sukses mendirikan 12 cabang resmi di wilayah Yogyakarta, serta melebarkan sayap hingga ke kota Solo dan Magelang. Etalase Naryo juga menghidupkan kembali filosofi orang Jawa yaitu pagar mangkok lebih kuat daripada pagar tembok.
Penulis : Ulima Fauzia Elisa
Baca juga : Nasi Gratis Jogja Berbagi Tanpa Membatasi







Comments