Lifestyle

Usia yang Tepat untuk Mengedukasi Seks ke Anak

0
mengedukasi seks
ilustrasi anak
STARJOGJA.COM, Info – Banyak orang tua bingung kapan waktu yang tepat untuk mengedukasi anak soal seks. Namun Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) menyebut jika usia 3 sampai 4 tahun menjadi usia yang tepat.
“Edukasi sudah bisa dimulai sejak usia dini kurang lebih 3-4 tahun, tentunya dengan bahasa yang sangat sederhana dan sesuai tahap perkembangan anak,” kata Bendahara HIMPSI Wilayah Aceh Devi Yanti, M. Psi., Psikolog saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin (2/2/2026).
Devi menjelaskan pada usia tersebut fokus anak tidak terletak pada hubungan seksual, melainkan pada pengenalan tubuh, batasan diri, dan rasa aman. Di sini pendidikan seks berperan sebagai pendidikan tentang tubuh, relasi yang sehat, serta perlindungan diri dari kekerasan.
Materi yang diberikan dapat disesuaikan pada usia anak. Misalnya, pada anak berumur 3 sampai 5 tahun dapat mulai diajarkan mengenai nama-nama bagian tubuh dengan ejaan yang benar.
Orang tua perlu memasukkan area pribadi sebagai salah satu bagian tubuh yang disebut dengan benar. Dalam hal ini, tekankan bahwa bagian tubuh pribadi seperti alat kelamin dan payudara tidak boleh dilihat atau disentuh orang lain tanpa alasan medis dan pendampingan orang tua.
Menurutnya, akan lebih baik jika anak diberi tahu mengenai perbedaan sentuhan yang baik, membingungkan dan tidak nyaman agar mereka dapat memahaminya dengan lebih jelas.
“Jangan lupa untuk ajarkan mengenai hak anak untuk berkata tidak dan melapor pada orang dewasa yang terpercaya,” ujar Psikolog Klinis di Rumah Sakit Jiwa Aceh itu.
Pendidikan seks dapat dilanjutkan di usia 6 hingga 9 tahun. Pada usia ini
anak dapat diberikan pemahaman yang lebih jelas tentang batasan tubuh
dan privasi. Ajarkan anak untuk mengingat atau mencatat siapa saja orang dewasa yang bisa dimintai pertolongan ketika mengalami pelecehan atau kasus kekerasan seksual.
Anak-anak juga harus sudah memahami risiko yang dapat timbul bila berinteraksi baik dengan orang asing maupun orang yang telah dikenal
sebelumnya. Diharapkan orang tua juga memasukkan materi mengenai dasar
perubahan tubuh menjelang pubertas.
Sedangkan untuk usia pra remaja atau sekitar 10 tahun ke atas, Devi menekankan pentingnya anak paham perubahan fisik apa saja yang akan dialami serta bagaimana sisi emosionalnya saat masuk masa pubertas.
“Terkait hal ini anak-anak pun perlu diajarkan mengenai konsep relasi sehat, rasa hormat, dan persetujuan (consent), serta risiko kekerasan seksual, perundungan, serta keamanan di dunia digital,” tambahnya.
Sumber : Antara
Bayu

Pemerintah Dorong Banyaknya Karya Sineas Indonesia di Tingkat Dunia

Previous article

WHO Beberkan Tujuh Temuan Soal Virus Nipah

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lifestyle