Lifestyle

Pemerintah Dorong Banyaknya Karya Sineas Indonesia di Tingkat Dunia

0
Film Zombie Indonesia sineas Indonesia kekuatan film Indonesia
Abadi Nan Jaya menjadi film Zombie INdonesia dengan produksi yang apik dari sineas Indonesia (bisnis/netflix)

STARJOGJA.COM, Info – International Film Festival Rotterdam (IFFR) 2026 di Rotterdam, Belanda menjadi bukti pemerintah mengapresiasi sineas Indonesia yang mendukung promosi Indonesia. Kementerian Kebudayaan sangat mendukung promosi karya sineas Indonesia di panggung global ini.

 

“Kita mendorong agar semakin banyak karya sineas Indonesia hadir di panggung global,” kata Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon sebagaimana dikutip dalam siaran pers kementerian pada Minggu (1/2/2026).

 

“Pemerintah berkomitmen untuk terus mendukung sineas Indonesia agar semakin aktif, berdaya saing, dan berlaga di panggung perfilman dunia,” katanya.

 

Melalui partisipasi dalam ajang IFFR ke-55, ia mengatakan, film-film Indonesia diharapkan bisa menjadi sarana diplomasi yang menyuarakan narasi-narasi bermuatan budaya dan tradisi Indonesia.

 

“Ke depan kita berharap agar IFFR dapat memberikan ruang bagi Indonesia Focus atau Indonesia Spotlight sebagai platform strategis untuk memperdalam pemahaman lintas budaya serta memperkuat hubungan kebudayaan Indonesia-Belanda melalui sinema,” katanya.

 

Menteri Kebudayaan RI juga mengemukakan peluang pengembangan kerja sama ko-produksi film antara Indonesia dan Belanda.

 

Kolaborasi semacam itu dapat dilakukan melalui program Kementerian Kebudayaan seperti Manajemen Talenta Nasional, platform yang dirancang untuk mengupayakan talenta-talenta budaya Indonesia memperoleh dukungan pengembangan kapasitas, peningkatan jejaring, serta akses ke berbagai platform internasional.

 

Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia serta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, dan Sains Kerajaan Belanda pada 4 Desember 2024 melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama ko-produksi audiovisual.

 

Pemerintah Indonesia dan Belanda juga berencana memperluas kerja sama dalam pengembangan film sejarah untuk mempererat hubungan kedua negara.

 

Fadli menyampaikan bahwa kolaborasi kreatif sineas, peneliti, pengarsip, dan institusi budaya kedua negara dalam pembuatan film sejarah dapat membantu meningkatkan pemahaman publik serta mempererat ikatan kedua negara.

 

 

Sumber : Antara

 

Baca juga : Film Esok Tanpa Ibu Hasil dari Sineas Indonesia Singapura dan Malaysia

Bayu

Film Emosional Garapan Jay Sukmo Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?

Previous article

Usia yang Tepat untuk Mengedukasi Seks ke Anak

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lifestyle