Lifestyle

Dokter Ingatkan Risiko Infeksi Kulit Saat Menangani Hewan Kurban

0
risiko infeksi kulit hewan kurban Pemilihan Hewan Kurban
Petugas memeriksa hewan kurban (JIBI)

STARJOGJA.COM, Info – Dermatolog Arini Astasari Widodo mengingatkan petugas penyembelihan hewan kurban agar menjaga kebersihan dan menggunakan alat pelindung saat proses pemotongan hewan berlangsung. Langkah tersebut penting untuk mencegah iritasi kulit hingga risiko infeksi akibat paparan darah dan cairan tubuh hewan.

“Gunakan alat pelindung seperti sarung tangan tahan air atau sarung tangan kerja yang sesuai, sepatu bot, pakaian lengan panjang, dan hindari kontak langsung darah maupun cairan tubuh hewan dengan kulit terbuka,” katanya Jumat (22/5/2026).

Menurut dr. Arini, paparan darah, cairan tubuh, maupun kotoran hewan dapat memicu berbagai masalah kulit jika kebersihan tidak dijaga dengan baik. Risiko infeksi bakteri seperti impetigo, selulitis, folikulitis, hingga abses kulit disebut dapat muncul saat proses penanganan hewan kurban.

“Jika ada luka kecil di tangan sebaiknya ditutup terlebih dahulu dengan plester tahan air sebelum bekerja,” tambahnya.

Ia menjelaskan terdapat pula risiko zoonosis atau penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia, terutama jika petugas memiliki luka terbuka pada kulit. Karena itu, penggunaan alat pelindung dan menjaga kebersihan tubuh menjadi hal yang penting selama proses penyembelihan berlangsung.

“Meski jarang, terdapat juga risiko zoonosis atau penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia, terutama bila terdapat luka terbuka pada kulit dan kebersihan tidak dijaga dengan baik,” katanya.

Selain menggunakan alat pelindung, dr. Arini juga menyarankan petugas kurban menghindari menyentuh wajah, mata, atau mulut saat bekerja. Setelah proses penyembelihan selesai, petugas dianjurkan segera mencuci tangan dan membersihkan tubuh menggunakan sabun dan air mengalir.

“Bila iritasi disertasi munculnya kemerahan, gatal, atau rasa perih yang cukup berat, dapat diberikan krim anti-inflamasi ringan sesuai anjuran dokter,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya penanganan cepat jika terjadi luka akibat sayatan pisau saat proses pemotongan hewan. Luka disarankan segera ditekan menggunakan kasa bersih untuk menghentikan perdarahan sebelum dibersihkan dan ditutup menggunakan perban steril.

“Bila luka cukup dalam dan perdarahan sulit berhenti atau muncul tanda infeksi seperti bengkak, nanah, nyeri berat, atau demam, maka sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan,” katanya.

Sumber : Antara

Baca juga :

Bayu

Carrick Resmi Jadi Pelatih Permanen Manchester United

Previous article

Manchester City Abadikan Nama Pep Guardiola di Stadion Etihad

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lifestyle