STARJOGJA.COM, Info — Australia mengembangkan beragam persenjataan dan muatan misi baru untuk wahana bawah air otonom Ghost Shark. Pengembangan tersebut mencakup kemampuan membawa ranjau laut hingga pesawat nirawak atau unmanned aerial vehicle (UAV).
Informasi itu disampaikan melalui pernyataan bersama Menteri Pertahanan Australia Richard Marles dan Menteri Industri Pertahanan Pat Conroy yang dipublikasikan pada Senin. Pengembangan ini memanfaatkan desain modular agar platform dapat membawa muatan berbeda sesuai kebutuhan misi.
“Desain modular sejumlah platform ini memungkinkan pengoperasian berbagai jenis muatan yang berbeda sesuai misi yang dijalankan. Contoh muatan tersebut mencakup pengiriman perbekalan dari jarak jauh, ranjau laut, dan pesawat nirawak,” demikian pernyataan tersebut.
Pengembangan sistem persenjataan dan teknologi baru tidak hanya menyasar Ghost Shark, tetapi juga kendaraan permukaan laut nirawak Speartooth dan BlueBottle. Ketiga platform tersebut menjadi bagian dari upaya Australia memperluas pemanfaatan sistem otonom dalam operasi maritim.
Teknologi tersebut ditujukan untuk mendukung berbagai kebutuhan Angkatan Laut Australia, termasuk operasi tempur bawah air, misi di dasar laut, pembatasan akses lawan ke wilayah maritim, serta perlindungan infrastruktur penting di bawah laut.
Berdasarkan Strategi Pertahanan Australia 2026, pemerintah berencana mengalokasikan anggaran hingga 4 miliar dolar Australia selama 10 tahun untuk memperkuat kemampuan peperangan bawah air melalui sistem otonom dan nirawak.
Dari anggaran tersebut, sekitar 1,2 miliar dolar Australia disiapkan untuk pengadaan armada wahana bawah air Ghost Shark. Investasi ini menjadi bagian dari rencana Australia dalam memperkuat kemampuan operasional maritim berbasis teknologi nirawak.
Sumber : Antara
Baca juga : China Berhasil Uji Coba Bus Nirawak 5G







Comments