STARJOGJA.COM, Info — Anak yang ditinggal sendirian tanpa pengawasan orang dewasa berisiko mengalami ketakutan dan kehilangan rasa aman. Pengalaman tersebut juga dapat memengaruhi perilaku anak, meski dampaknya berbeda-beda bergantung pada usia, situasi, dan pendampingan setelah kejadian.
Psikolog anak dan remaja Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi., mengatakan anak belum memiliki kemampuan yang sama dengan orang dewasa untuk memahami situasi menakutkan dan menenangkan diri.
“Terbangun sendirian di tempat asing bisa terasa sangat menakutkan, karena anak belum mampu memahami situasi dan menenangkan dirinya seperti orang dewasa,” kata psikolog lulusan Universitas Indonesia itu saat dihubungi ANTARA pada Senin (19/10/2026).
Menurut Vera, pengalaman ditinggal tanpa pengawasan dapat membuat sebagian anak menjadi lebih lekat dengan orang tua, mengalami kesulitan tidur, atau takut berpisah. Namun, ia menegaskan bahwa tidak semua kejadian akan menimbulkan trauma berkepanjangan.
Dampak yang muncul dipengaruhi oleh kondisi saat kejadian berlangsung, usia anak, serta respons pengasuh dalam membantu anak kembali merasa aman.
Pandangan serupa disampaikan psikolog anak dan remaja Sani Budiantini Hermawan, S.Psi. Ia menjelaskan bahwa usia dan tingkat kematangan anak turut menentukan respons ketika mereka tiba-tiba berada dalam situasi tanpa pengawasan orang dewasa.
Anak dapat merasa bingung, khawatir, takut, hingga panik. Pengalaman tersebut juga berpotensi memengaruhi kepercayaan anak terhadap orang dewasa dan rasa aman ketika berada di sekitar pengasuh.
“Dampak ke depannya bisa membuat anak menjadi tidak percaya atau membangun rasa tidak aman kepada orang dewasa, yang justru membuat anak malah menjadi terlalu lekat kepada orang dewasa di sekitarnya,” katanya kepada ANTARA pada Senin.
Sani menambahkan, kondisi tersebut dapat membuat anak enggan berpisah dari orang dewasa, terus ingin berada di dekat pengasuh, atau menunjukkan kemarahan ketika ditinggalkan.
Untuk membantu anak pulih setelah mengalami kejadian yang menakutkan, Vera menekankan pentingnya peran orang tua dalam memberikan ketenangan dan membangun kembali rasa aman. Orang tua juga perlu memperhatikan perubahan perilaku yang menetap atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari anak.
Apabila perubahan tersebut terus berlangsung atau menghambat keseharian, orang tua disarankan meminta bantuan psikolog agar anak memperoleh pendampingan sesuai kebutuhannya.
Pentingnya pengawasan terhadap anak kembali menjadi perhatian setelah sejumlah peristiwa terjadi di berbagai daerah. Pada Rabu (14/10), seorang anak berusia tiga tahun meninggal setelah terjatuh dari balkon kamar di lantai lima sebuah hotel di Samarinda, Kalimantan Timur. Menurut keterangan polisi, saat kejadian orang tua anak tersebut sedang sarapan di restoran hotel.
Selain itu, beredar rekaman video yang memperlihatkan seorang anak menangis di dalam tenda di kawasan Gunung Prau, Wonosobo, Jawa Tengah. Anak tersebut dilaporkan ditinggal orang tuanya yang melanjutkan perjalanan menuju puncak gunung.
Kedua peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya memastikan anak berada dalam pengawasan yang memadai. Selain menjaga keselamatan fisik, kehadiran orang dewasa juga berperan dalam membantu anak merasa aman ketika menghadapi situasi yang belum mampu mereka pahami sendiri.
Sumber : Antara







Comments