STARJOGJA.COM, Info — Kementerian Kesehatan Thailand membantah kabar tentang wabah COVID-19 dengan gejala parah yang disebut terjadi di negara tersebut. Isu itu sebelumnya beredar di media sosial Thailand sejak akhir Agustus dan kembali diberitakan sejumlah media Rusia pada Kamis (10/9/2026).
Media Rusia melaporkan adanya kasus COVID-19 di kalangan warga Rusia yang berada di Phuket dengan gejala demam tinggi, sakit kepala hebat, dan nyeri badan. Namun, Kementerian Kesehatan Thailand menyatakan data kasus tidak menunjukkan adanya wabah yang tidak lazim.
“Data periode 1 Januari-31 Agustus 2026 menunjukkan 99.691 kasus infeksi COVID-19 di Thailand dengan 15 kasus kematian, yang setara dengan 0,02 persen dari total kasus,” demikian pernyataan kementerian.
Jumlah tersebut dinilai masih lebih rendah dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Thailand mencatat 614.601 kasus dan 274 kematian pada 2025, 777.730 kasus dan 219 kematian pada 2024, serta 618.793 kasus dan 852 kematian pada 2023.
Kementerian juga menyebut varian Omicron NB.1.8.1 masih mendominasi kasus COVID-19 di Thailand pada September 2026. Varian tersebut dinilai tidak menunjukkan gejala parah seperti edema paru akut dan sebagian besar pasien tidak membutuhkan ventilator.
Juru bicara Kementerian Kesehatan Thailand, Jurai Wongsawat, mengatakan peningkatan kasus COVID-19 saat ini masih berkaitan dengan musim hujan. Pada periode tersebut, kasus berbagai jenis infeksi saluran pernapasan memang cenderung meningkat.
“Secara keseluruhan, meski insidensi COVID-19 sedang meningkat, mengingat biasanya awal musim hujan memicu lonjakan infeksi saluran pernapasan, jumlah saat ini masih lebih rendah dibandingkan dengan data dua atau tiga tahun lalu,” kata Jurai.
Sumber : Antara







Comments