Lifestyle

Perawatan Lansia Perlu Perhatikan Kondisi Kesehatan dan Lingkungan Rumah

0
perawatan sekolah lansia 1 lansia latihan beban
Ilustrasi Pemeriksaan Kesehatan Lansia ( FOTO : Bisnis.com)
STARJOGJA.COM, Info – Merawat orang lanjut usia (lansia) tidak hanya berfokus pada pengobatan penyakit, tetapi juga memastikan lingkungan tempat tinggal aman dan mendukung aktivitas sehari-hari. Pendamping maupun keluarga perlu memperhatikan kondisi kesehatan lansia sekaligus faktor-faktor eksternal yang berpotensi memicu keadaan darurat.
Wakil Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), dr. Muhadi, Sp.PD, K-Kv, FINASIM, M.Epid, mengatakan setiap lansia berhak memperoleh kualitas hidup yang baik dan tetap sehat di usia senja.
“Ya, tentu saja lansia itu kan juga seseorang yang berhak mendapatkan kehidupan yang layak, termasuk harus sehat,” kata Muhadi kepada ANTARA usai acara EIMED untuk komunitas di Jakarta, Sabtu.
Menurut Muhadi, kondisi kegawatdaruratan pada lansia dapat dipicu oleh faktor internal maupun eksternal. Faktor internal berkaitan dengan kondisi kesehatan, misalnya penyakit kronis yang sewaktu-waktu memburuk dan membutuhkan penanganan segera.
“Misalkan dia punya penyakit kemudian tiba-tiba menjadi berat penyakitnya,” ujarnya.
Selain kondisi medis, lingkungan tempat tinggal juga memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan lansia. Ia mencontohkan pencahayaan rumah yang kurang memadai, lantai licin, hingga tata letak perabot yang tidak aman dapat meningkatkan risiko lansia terjatuh.
Karena itu, keluarga maupun pendamping diharapkan melakukan penyesuaian pada lingkungan rumah agar lebih ramah bagi lansia sekaligus memastikan kondisi kesehatan mereka terpantau secara rutin.
“Jadi seharusnya mereka yang bersama hidup dengan lansia harus memperhatikan faktor-faktor eksternal dan internal. Nah kita perbaiki faktor-faktor eksternal, internalnya,” kata Muhadi.
Ia menambahkan, pola pengasuhan bagi lansia tidak dapat disamakan dengan perawatan anak-anak maupun orang dewasa yang sedang sakit. Lansia memiliki kebutuhan fisik, psikologis, dan sosial yang berbeda sehingga memerlukan pendekatan yang lebih khusus.
“Asuhan untuk mereka lansia tuh pasti berbeda dengan mengasuh anak-anak atau mengasuh orang sakit yang bukan lansia,” ujarnya.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan dan Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia yang berusia di atas 60 tahun telah mencapai 34 juta jiwa atau hampir 12 persen dari total populasi.
Seiring meningkatnya jumlah lansia, pemerintah terus memperkuat berbagai program promotif dan preventif untuk mencegah penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama kecacatan dan kematian pada kelompok usia tersebut. Salah satunya melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang hingga kini telah dimanfaatkan sekitar 6,8 juta lansia sebagai bagian dari upaya deteksi dini berbagai penyakit.
Sumber : Antara
Bayu

Transmigrasi Festival 2026 Fun Run 6K Tawarkan Sensasi berlari di Kaki Gunung Merapi

Previous article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lifestyle