Lifestyle

Lukisan Ibu Pertiwi di Magelang Ajak Renungkan Makna Cinta Tanah Air  

0
Lukisan Ibu Pertiwi
Lukisan Ibu Pertiwi (antara)
STARJOGJA.COM, Yogyakarta —  Sebuah lukisan berjudul “Ibu Pertiwi” menjadi salah satu karya yang mencuri perhatian dalam pameran seni rupa “Rendezvous” (Janji Berjumpa) yang digelar Gabungan Seniman Borobudur (Gasebo) di Gedung IKM Center Kota Magelang. Karya tersebut mengajak masyarakat memaknai kembali hubungan antara tanah air dan rakyatnya menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.
Lukisan karya Umar Iswadi Gundul berukuran 40 x 60 sentimeter itu menghadirkan tafsir berbeda tentang nasionalisme. Alih-alih menempatkan rakyat sebagai pihak yang harus mencintai tanah air, karya tersebut justru menggambarkan Ibu Pertiwi sebagai sosok yang lebih dahulu mencintai anak-anak bangsanya tanpa syarat.
Dengan dominasi sapuan warna merah yang menyatu di atas latar putih, Umar menghadirkan refleksi mengenai pengorbanan, keteguhan, dan kasih sayang seorang ibu kepada anak-anaknya. Melalui karya itu, publik diajak merenungkan bagaimana cinta tanah air seharusnya dibalas melalui kepedulian dan tanggung jawab terhadap Indonesia.
Pameran “Rendezvous” berlangsung pada 21 Juli hingga 3 Agustus 2026 dan diikuti 35 pelukis yang menampilkan 54 karya lukisan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari peringatan 10 tahun Gasebo serta diramaikan lokakarya melukis dan sesi on the spot painting yang melibatkan masyarakat umum.
Ketua panitia sekaligus seniman Gasebo, Yustinus Agus Daryanto, berharap setiap karya yang dipamerkan mampu menghadirkan pengalaman estetik sekaligus menjadi ruang refleksi bagi para pengunjung.
Momentum penyelenggaraan pameran pada akhir Juli hingga awal Agustus juga dipilih sebagai pengantar menyambut Bulan Kemerdekaan Indonesia. Tahun ini, peringatan HUT RI ke-81 mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, yang menjadi pengingat akan pentingnya menjaga persatuan dan memperkuat semangat kebangsaan.
Selain “Ibu Pertiwi”, perhatian pengunjung juga tertuju pada karya Victorya Christiani Margareth berjudul “Aku Ada Karena Engkau Ada”. Melalui lukisan bergaya abstrak dengan dominasi warna hitam dan putih, Victorya menyampaikan pesan bahwa Indonesia berdiri karena keberagaman yang saling melengkapi.
Pesan kebinekaan juga diperkuat melalui pembacaan puisi “Bhinneka itu Masihkan Tunggai Ika?” karya Komunitas Lima Gunung yang dibawakan penyair Hudi Danu Wuryanto pada pembukaan pameran. Puisi tersebut menjadi doa agar Indonesia tetap rukun, damai, dan sejahtera di bawah semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Melalui rangkaian karya seni, puisi, dan berbagai aktivitas budaya, pameran ini tidak hanya menjadi ruang apresiasi seni rupa, tetapi juga mengajak masyarakat merefleksikan makna kemerdekaan, nasionalisme, dan hubungan emosional antara rakyat dengan Ibu Pertiwi menjelang peringatan 17 Agustus.
Sumber : Antara
Bayu

Film Istimewa Angkat Kisah Anak Disabilitas, Tayang Mulai 17 September 2026

Previous article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lifestyle