STARJOGJA.COM, Info – Pemerintah Daerah (Pemda) DIY memastikan video hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI) yang mengatasnamakan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan beredar melalui WhatsApp merupakan informasi palsu. Masyarakat diminta tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan video tersebut karena berpotensi digunakan sebagai modus penipuan.
Pranata Humas Ahli Madya Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIY, Ditya Nanaryo Aji, mengatakan penelusuran dilakukan setelah pihaknya menerima tindak lanjut dari GKR Condrokirono untuk memastikan keaslian video yang beredar.
“Hasil pengecekan kami menunjukkan bahwa video tersebut bukan berasal dari dokumentasi Humas Pemerintah Daerah DIY. Dari isi maupun cara penyampaiannya, kami memastikan itu merupakan video hasil rekayasa menggunakan AI,” ujar Ditya di Kantor Humas Pemda DIY, Gedhong Baleworo, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Rabu (22/7/2026).
Menurut Ditya, salah satu indikator kuat yang menunjukkan video tersebut palsu adalah isi narasi yang menyentuh ranah pribadi seseorang. Selama mendampingi kegiatan kehumasan, Sri Sultan Hamengku Buwono X disebut tidak pernah menyampaikan pernyataan yang bersifat personal seperti yang ditampilkan dalam video tersebut.
“Selama kami mendampingi kegiatan kehumasan, Ngarsa Dalem tidak pernah menyampaikan pernyataan yang masuk ke ranah pribadi seseorang seperti yang tergambar dalam video tersebut. Karena itu kami dapat memastikan bahwa konten tersebut bukan pernyataan beliau,” katanya.
Selain itu, video tersebut diketahui beredar melalui aplikasi WhatsApp dan bukan berasal dari akun media sosial maupun kanal komunikasi resmi milik Pemda DIY. Narasi di dalam video juga diduga mengarah pada modus penipuan dengan memanfaatkan kemiripan wajah dan suara hasil teknologi AI.
“Isi videonya seolah-olah mengarahkan seseorang agar melakukan pembayaran suatu barang sebelum barang tersebut dikirim. Bahkan di dalam video itu juga disebut nama seseorang. Hal seperti ini tentu tidak mungkin disampaikan oleh Ngarsa Dalem,” jelasnya.
Pemda DIY saat ini memilih memprioritaskan edukasi kepada masyarakat terkait potensi penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan. Warga diminta selalu memeriksa sumber informasi, terutama jika mengatasnamakan pemerintah atau pejabat publik.
“Kami ingin masyarakat semakin memahami bahwa teknologi AI dapat disalahgunakan untuk membuat konten yang tampak meyakinkan. Karena itu, setiap menerima video atau informasi yang mengatasnamakan Pemda DIY maupun Bapak Gubernur, pastikan terlebih dahulu sumbernya sebelum mempercayai atau menyebarkannya,” ujar Ditya.
Ia menambahkan, hingga kini Pemda DIY belum membahas langkah hukum terkait video tersebut. Fokus utama pemerintah saat ini adalah meningkatkan literasi digital masyarakat agar lebih mampu mengenali konten hasil rekayasa AI yang berpotensi digunakan untuk penipuan maupun penyebaran informasi palsu.
Sumber : Humas DIY
Baca juga : Temui Sri Sultan HB X Sebelum Kampanye, Prabowo: Sowan Minta Izin






Comments