STARJOGJA.COM.BANTUL— Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DPMKKPS) DIY terus memperkuat kerja sama antarkalurahan dan membangun kemitraan dengan dunia usaha dalam mengoptimalkan potensi lokal.
Upaya itu diwujudkan dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) Kerja Sama Kalurahan di empat kabupaten di DIY. Kegiatan diawali di Kabupaten Bantul, Selasa (14/7), yaitu di Resto Dewi Sekartaji, Dlingo.
Kepala DPMKKPS DIY KPH. H. Yudanegara, Ph.D., mengatakan setiap Kalurahan memiliki potensi dan keunggulan yang berbeda sehingga perlu dikembangkan melalui kemitraan strategis.
Pemerintah Kalurahan memegang peran penting dalam mengoptimalkan potensi tersebut melalui perencanaan yang matang, pemberdayaan masyarakat, serta dukungan dari berbagai pihak.
“Kerja sama antarkalurahan mampu mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya, meningkatkan efisiensi pelayanan publik, serta mempercepat pembangunan infrastruktur yang melintasi batas wilayah. Sinergi tersebut juga diharapkan mampu menghilangkan ego sektoral, mendorong kemandirian ekonomi, serta menciptakan pemerataan kesejahteraan melalui pengelolaan aset bersama,” katanya.

Ia menyebutkan tiga alasan utama perlunya membangun kerja sama antardesa, yaitu mengelola, melindungi, dan melestarikan aset desa beserta hasil kerja sama, meningkatkan pengelolaan potensi unggulan di bidang pertanian, perkebunan, peternakan, maupun perikanan agar mampu mencapai skala ekonomi yang lebih luas dan menciptakan kemandirian desa, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan, pendidikan, dan kesehatan.
Selain itu, menjembatani kesenjangan keahlian dan pengetahuan, mengurangi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) melalui alternatif sumber pembiayaan, memperluas peluang usaha dan jaringan pasar, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui pemanfaatan teknologi tepat guna dan penyediaan fasilitas publik.
Kanjeng Yudanegara menilai masih banyak Kalurahan yang belum menjalin kerja sama karena belum mengenali potensi yang dimiliki. “Penggalian potensi Kalurahan menjadi langkah awal agar potensi tersebut dapat dikembangkan melalui kerja sama yang saling menguntungkan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemajuan Pembangunan Kalurahan dan Kelurahan DPMKKPS DIY, Suedy, S.Sos., M.P.A., mengatakan kerja sama antarkalurahan yang difasilitasi DPMKKPS DIY merupakan langkah awal untuk menindaklanjuti arahan Gubernur DIY agar Bantuan Keuangan Khusus (BKK) benar-benar diwujudkan dalam bentuk investasi bagi pengembangan Kalurahan.
“Agar BKK dapat diarahkan menjadi investasi, Kalurahan harus memiliki potensi yang layak untuk dikembangkan. Karena itu, tahapan awal yang dilakukan adalah menyediakan data potensi yang valid sebagai dasar penyusunan strategi pengembangan,” katanya.
Perwakilan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY Almudi Khurniawan mengatakan kalurahan memiliki potensi besar untuk dikembangkan, baik melalui sektor pertanian, aset kalurahan maupun potensi ekonomi lainnya. Menurutnya, pengembangan potensi tersebut harus dilakukan dengan pendekatan yang lebih modern agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai contoh, Almudi menyebut kawasan mangrove di Kalurahan Kretek, Bantul memiliki potensi yang dapat dikembangkan. Selain pembenihan udang dan kepiting, ada potensi kerja sama dengan perguruan tinggi untuk pemanfaatan karbon aktif dari ekosistem mangrove.
“Harus ada pilot project yang didampingi dan memiliki target. Kalau stagnan harus segera dievaluasi dan cepat mengambil keputusan sebelum menimbulkan kerugian,” katanya.
Sugiyanto, Lurah Tirtohargo, Kapanewon Kretek Bantul mengaku wilayahnya memiliki potensi wisata dan lingkungan. Harapannya dengan FGD Kerja Sama Kalurahan ini dapat dikelola dengan lebih baik.
“Belum ada kerja sama dengan perguruan tinggi khusus pemanfaatan untuk karbon aktifnya. Harapannya nanti ada tindak lanjutnya,” kata Sugiyanto.
Baca juga : DPMKKPS DIY Gelar Forum Komunikasi Pemutakhiran Data Sistem Informasi Kalurahan







Comments