Lifestyle

Di Jepang AI Dikembangkan untuk Deteksi Pohon Berisiko Tumbang

0
bpbd sleman pohon tumbang
ilustrasi pohon tumbang

STARJOGJA.COM, Info — Para insinyur di Jepang mengembangkan sistem berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mengidentifikasi pohon yang berisiko tumbang atau menjatuhkan dahan sebagai upaya meningkatkan keselamatan publik di tengah bertambahnya jumlah pohon tua di tepi jalan dan taman.

Teknologi tersebut mulai dilirik sejumlah pemerintah daerah karena dapat membantu proses inspeksi pohon yang selama ini terkendala keterbatasan tenaga ahli pohon dan arboris. Saat ini, sistem AI difokuskan untuk menilai kondisi pohon zelkova dan sakura, dengan rencana penambahan spesies lain seperti ginkgo.

Berdasarkan data Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang, tercatat 1.732 kecelakaan terkait pohon di taman dan jalan sepanjang April 2021 hingga November 2024. Sebanyak 110 kasus di antaranya menyebabkan korban luka hingga meninggal dunia.

Salah satu insiden terjadi pada September 2024 ketika seorang pria tewas setelah tertimpa dahan pohon ginkgo yang patah di jalur pejalan kaki di Kota Hino, Tokyo barat.

Perusahaan teknologi informasi Optim Corp. bersama Kyuden Droneservice Co. mengembangkan sistem AI berbasis drone untuk mendeteksi pohon mati. Sementara itu, Sumitomo Mitsui Construction Co. mengembangkan Tree AI, sistem yang menganalisis foto batang atau cabang pohon menggunakan ponsel pintar maupun tablet.

Teknologi tersebut membandingkan foto dengan puluhan ribu gambar batang dan cabang pohon serta data diagnosis dokter pohon untuk mengklasifikasikan risiko tumbang ke dalam empat tingkat. Hasil analisis dapat diperoleh hanya dalam hitungan menit dan tersimpan dalam basis data lengkap dengan lokasi pohon.

“Risiko tumbang meningkat bila pohon memiliki rongga internal atau jamur di batangnya. Sulit bagi orang awam menilai hal ini,” ujar dokter pohon Hidemi Kataoka yang terlibat dalam pengembangan sistem tersebut.

Sejumlah pemerintah daerah, seperti Kota Kizugawa di Prefektur Kyoto, Kota Miyakonojo di Prefektur Miyazaki, hingga Pemerintah Metropolitan Tokyo telah menguji coba teknologi tersebut.

Kizugawa yang mengelola sekitar 20 ribu pohon mengaku kesulitan melakukan inspeksi rutin akibat keterbatasan jumlah petugas.

“Dengan AI, pemeriksaan bisa lebih efisien dan konsisten,” ujar seorang pejabat Pemerintah Kota Kizugawa.

Saat ini sekitar 20 pemerintah daerah di Jepang tengah mempertimbangkan penggunaan sistem tersebut. Sumitomo Mitsui Construction menargetkan layanan komersial Tree AI mulai tersedia pada tahun fiskal 2027.

Kepala Divisi Infrastruktur Hijau Sumitomo Mitsui Construction, Sho Tago, mengatakan banyak pohon di Jepang ditanam pada masa pertumbuhan ekonomi tinggi untuk menyerap emisi kendaraan. Kini, sebagian besar pohon tersebut telah memasuki usia tua sehingga membutuhkan pengelolaan yang lebih efektif.

Menurutnya, pemanfaatan AI diharapkan mampu membantu pemerintah daerah mengelola pohon secara lebih efisien dan tepat sasaran di tengah keterbatasan sumber daya manusia.

Sumber : Antara

Baca juga : Masuk Musim Hujan, Waspada Pohon Tumbang di Sleman

Bayu

Bukan Sekadar Permainan, Dolanan Anak Ajarkan Karakter dan Jaga Warisan Budaya

Previous article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lifestyle