Lifestyle

Generasi Z Ubah Tren Hunian, Rumah Besar Tak Lagi Jadi Tolok Ukur Kesuksesan

0
Gen Z beli rumah dalam keadaan terkunci
rumah tapak - Istimewa
STARJOGJA.COM, Info – Pandangan masyarakat terhadap hunian mulai bergeser. Jika dulu rumah besar dengan halaman luas dianggap sebagai simbol kesuksesan, kini generasi muda lebih mengutamakan hunian yang praktis, fleksibel, dan dekat dengan berbagai fasilitas penunjang aktivitas.
Arsitek senior Dody Tjahjadi mengatakan perubahan tersebut dipengaruhi oleh perkembangan teknologi, urbanisasi, dan gaya hidup generasi Z yang tumbuh di era digital.
“Kalau dulu rumah itu tempat tidur, makan bersama keluarga, dan beristirahat. Sekarang rumah juga menjadi tempat bekerja, membuat konten, dan menjalankan banyak aktivitas lain,” ujar Dody.
Menurutnya, lokasi kini menjadi pertimbangan utama dibandingkan luas bangunan. Hunian yang dekat dengan transportasi umum, pusat perbelanjaan, tempat kerja, hingga fasilitas olahraga dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan generasi muda.
Perubahan gaya hidup juga mendorong berkembangnya konsep apartemen kompak, kawasan mixed-use, dan transit-oriented development (TOD). Selain itu, tren co-living mulai diminati karena menawarkan keseimbangan antara ruang pribadi dan area komunal untuk berinteraksi.
Dody menilai rumah saat ini tidak lagi sekadar tempat tinggal, tetapi juga menjadi ruang kerja, tempat berkarya, hingga bagian dari identitas penghuninya. Karena itu, desain hunian kini dituntut mampu mengakomodasi berbagai aktivitas sekaligus.
Ia juga menegaskan bahwa arsitektur tidak hanya berkaitan dengan bentuk fisik bangunan, tetapi juga memiliki makna sosial dan budaya.
“Bangunan itu seperti puisi. Dia berbicara kepada penggunanya dan masyarakat sekitarnya tanpa berkata-kata,” katanya.
Di sisi lain, perkembangan kota-kota besar turut mendorong perubahan konsep hunian. Keterbatasan lahan, tingginya harga rumah, kemacetan, hingga meningkatnya kebutuhan masyarakat membuat hunian vertikal dan kawasan terpadu semakin relevan.
Meski tren bangunan ramah lingkungan terus berkembang, Dody mengakui penerapannya masih menghadapi tantangan, terutama dari sisi biaya investasi yang relatif tinggi.
Menurutnya, proyek properti yang berkualitas bukan hanya dinilai dari kemewahan bangunan, tetapi juga dari kekuatan konsep, kualitas pelaksanaan, kesesuaian dengan lingkungan, serta inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Dody menilai perubahan preferensi tersebut menunjukkan bahwa bagi generasi muda, hunian ideal bukan lagi yang paling besar, melainkan yang mampu mendukung gaya hidup yang dinamis, terhubung, dan fleksibel.
Sumber : Antara
Bayu

Dipha Barus Sebut Kolaborasi dengan Andien Terjalin Mulus karena Sepemikiran

Previous article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lifestyle