STARJOGJA.COM, INFO. Banyak anak muda menganggap pusing berputar atau vertigo hanya akibat kelelahan, kurang tidur, atau terlalu lama menatap layar gawai. Padahal, dalam kondisi tertentu, gejala tersebut bisa menjadi salah satu gejala awal stroke yang sering tidak disadari.
Dokter spesialis saraf subspesialis neurokritikal dan intensif dari Rumah Sakit Universitas Indonesia, dr. Ramdinal Aviesena Zairinal, Sp.N(K), mengatakan stroke tidak selalu diawali dengan gejala yang mudah dikenali. Salah satu gejala yang kerap luput dari perhatian adalah vertigo yang muncul secara tiba-tiba.
Menurut dokter yang akrab disapa Sena itu, tidak semua vertigo menandakan stroke. Namun, jika seseorang memiliki faktor risiko penyakit pembuluh darah dan mendadak mengalami sensasi pusing berputar, kondisi tersebut perlu diwaspadai.
“Vertigo memang banyak berkaitan dengan sistem keseimbangan tubuh. Namun pada beberapa kasus, vertigo mendadak juga bisa menjadi salah satu gejala stroke,” ujarnya.
Gangguan Penglihatan Juga Perlu Diwaspadai
Selain vertigo, stroke juga dapat ditandai dengan gangguan penglihatan yang sering dianggap sepele. Penderitanya bisa mengalami pandangan kabur, gelap secara tiba-tiba, atau kehilangan sebagian lapang pandang.
Tak sedikit orang mengira kondisi tersebut hanya akibat kelelahan atau kurang istirahat sehingga menunda pemeriksaan ke fasilitas kesehatan. Padahal, keterlambatan penanganan dapat meningkatkan risiko komplikasi yang lebih serius.
Stroke Datang Mendadak
Sena menjelaskan bahwa stroke merupakan penyakit vaskular atau penyakit yang menyerang pembuluh darah. Karena itu, gejalanya biasanya muncul secara tiba-tiba tanpa tanda-tanda yang berlangsung lama sebelumnya.
“Yang perlu dipahami, stroke adalah kondisi darurat medis. Gejalanya muncul mendadak dan membutuhkan penanganan secepat mungkin,” jelasnya.
Secara internasional, tanda-tanda stroke dikenal melalui metode F-A-S-T, yaitu:
- Face: wajah tampak mencong atau tidak simetris.
- Arm: salah satu lengan terasa lemah atau sulit digerakkan.
- Speech: bicara pelo, sulit berbicara, atau tidak jelas.
- Time: segera mencari pertolongan medis karena waktu sangat menentukan keberhasilan penanganan.
Di Indonesia, masyarakat juga dapat mengenali stroke melalui slogan “SeGeRa Ke RS”, yaitu:
- Se: Senyum tidak simetris.
- Ge: Gerak separuh tubuh melemah secara mendadak.
- Ra: Bicara pelo atau tidak jelas.
- Ke: Kebas atau mati rasa pada separuh tubuh.
- Ra: Rabun atau penglihatan kabur mendadak.
- S: Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba.
Jika Anda atau orang di sekitar mengalami salah satu gejala tersebut secara mendadak, jangan menunggu gejala membaik sendiri. Segera menuju rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Bagi generasi muda yang semakin akrab dengan gaya hidup serba cepat, mengenali gejala stroke sejak dini menjadi langkah penting. Sebab, stroke bukan hanya menyerang lansia, tetapi juga dapat terjadi pada usia produktif, terutama jika memiliki faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, merokok, atau kurang aktivitas fisik.
Sumber : Antara
Baca juga : IDAI Ingatkan Risiko Heat Stroke pada Anak saat Cuaca Panas Ekstrem







Comments