HealthLifestyle

Angin Duduk Bisa Jadi Tanda Gangguan Jantung 

0
angin duduk
angin duduk (antara)
STARJOGJA.COM, Info – Angin duduk atau dalam istilah medis disebut angina pektoris tidak boleh dianggap sebagai keluhan biasa. Kondisi ini dapat menjadi sinyal bahwa otot jantung tidak mendapatkan pasokan darah dan oksigen yang cukup akibat gangguan pada pembuluh darah jantung.
“Kalau pembuluh darahnya terhambat, yang terjadi berarti ada otot jantung yang enggak dapat pasokan oksigen secara utuh. Kalau kekurangan pasokan, maka otot itu akan jerit, itulah makanya terjadi suatu angina, jadinya rasa nyeri,” kata dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dr. Febtusia Puspitasari, Sp.JP, FIHA, FASCC, dalam diskusi di Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Menurut Febtusia, angina pektoris terjadi ketika aliran darah menuju otot jantung berkurang sehingga jantung tidak memperoleh oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan untuk berfungsi secara optimal. Kondisi ini biasanya ditandai dengan nyeri dada yang terasa seperti ditekan beban berat dan menimbulkan rasa tidak nyaman.
Istilah angina sendiri berasal dari bahasa Yunani Kuno yang berarti mencekik atau menyempit, sedangkan pektoris berarti dada. Sementara itu, istilah “angin duduk” diduga muncul karena penderita cenderung mencari posisi duduk untuk mengurangi rasa sesak dan memperbaiki pernapasan saat gejala muncul.
“Kalau orang terkena angina ini, itu biasanya dia susah untuk tiduran santai ataupun susah untuk nafas dengan nyaman. Dia berusaha untuk duduk, memperbaiki posisi, makanya mungkin inilah muncul istilah angin duduk itu,” ujarnya.
Febtusia menjelaskan, sejumlah faktor risiko dapat memicu terjadinya angina pektoris, salah satunya kadar kolesterol jahat atau low density lipoprotein (LDL) yang tinggi. Penumpukan lemak pada dinding pembuluh darah dapat menyebabkan penyempitan hingga menghambat aliran darah menuju jantung.
Selain kolesterol tinggi, hipertensi juga berperan besar dalam kerusakan pembuluh darah. Tekanan darah yang terus-menerus tinggi dapat menyebabkan lapisan pembuluh darah mengalami gangguan sehingga memudahkan terbentuknya plak lemak.
“Tekanan darah yang bisa dikompensasi tubuh dengan baik itu 130/80, kalau lebih tinggi dari itu mulai nih ada masalah dinding pembuluh darahnya disfungsi. Di situ cuil dindingnya maka si kolesterol jahat ada tempat buat nongkrong,” kata Febtusia.
Diabetes juga menjadi faktor risiko penting karena kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat merusak arteri. Kondisi ini meningkatkan risiko terbentuknya sumbatan yang menghambat suplai darah ke jantung.
Selain itu, kebiasaan merokok turut memperburuk kesehatan pembuluh darah. Kandungan karbon monoksida dan nikotin dalam rokok dapat mengurangi kemampuan sel darah merah mengangkut oksigen sehingga memperbesar risiko gangguan jantung.
“Kalau dia merokok, sel darah merah ini enggak ngangkut oksigen tapi yang diangkut karbon monoksida dibajak nikotin,” ujarnya.
Dokter mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai gejala nyeri dada yang muncul berulang, terutama jika disertai sesak napas, mudah lelah, atau rasa tidak nyaman saat beraktivitas. Pemeriksaan dan penanganan dini penting dilakukan untuk mencegah kondisi berkembang menjadi serangan jantung yang lebih serius.
Sumber : Antara
Bayu

Film Alien Buatan Steven Spielberg, Disclosure Day Diprediksi Jadi Box Office 

Previous article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Health