STARJOGJA.COM, Info – Sejumlah musisi lintas generasi memberikan penghormatan kepada Erros Djarot melalui konser bertajuk Tribute to Erros Djarot dalam gelaran Java Jazz Festival 2026 di Nice PIK 2, Kabupaten Tangerang. Konser ini menjadi bentuk apresiasi atas perjalanan panjang Erros yang telah berkarya hampir 45 tahun di industri musik Indonesia.
“Ketika kami berbicara mengenai acara ini, Erros mengatakan kepada saya, ‘Pit, gue udah hampir 45 tahun berada di dunia musik’. Mendengar itu, saya berpikir bahwa 45 tahun bukanlah perjalanan yang pendek,” kata Peter F. Gontha saat membuka konser, Sabtu (30/5/2026).
Peter menilai perjalanan Erros Djarot di dunia musik dipenuhi karya, idealisme, pengorbanan, serta dedikasi bagi perkembangan musik nasional. Menurutnya, musik juga menjadi bahasa universal yang mampu menyatukan berbagai kalangan tanpa memandang latar belakang.
“Musik tidak mengenal agama, musik tidak mengenal suku, musik tidak mengenal batas negara. Musik adalah bahasa universal yang menyatukan manusia. Di atas panggung, yang berbicara bukanlah perbedaan, tetapi harmoni,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Peter mengundang Erros Djarot naik ke atas panggung dan menyampaikan apresiasi atas kontribusinya terhadap industri musik Indonesia. Kehadiran Erros pun mendapat sambutan hangat dari para penonton yang memenuhi area konser.
“Terima kasih Erros atas dedikasi Anda. Terima kasih atas karya Anda, kontribusimu buat musik Indonesia,” katanya.
Menanggapi penghormatan tersebut, Erros Djarot menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia kembali menegaskan bahwa musik memiliki kekuatan untuk menyatukan banyak orang.
“Musik itu bahasa universal yang menyatukan kita semua,” kata Erros.
Erros juga memberikan apresiasi kepada Peter F. Gontha yang dinilai berhasil menghadirkan Java Jazz Festival sebagai ruang pertemuan berbagai musisi dan penikmat musik. Menurutnya, keberadaan festival tersebut turut memperkuat ekosistem musik di Indonesia.
“Kalau malam ini kita semua berada di sini, ini semua karena kehebatan kawan saya yang satu ini. Tepuk tangan buat Peter,” ujarnya.
Konser penghormatan ini menghadirkan Dwiki Dharmawan sebagai pengarah musik bersama sejumlah musisi ternama seperti Dira Sugandi, Once Mekel, Monita Tahalea, Andre Hehanussa, dan Balawan. Mereka membawakan sejumlah lagu karya Erros Djarot yang telah dikenal luas oleh masyarakat.
Penampilan dibuka dengan lagu Serasa yang dibawakan Dira Sugandi, kemudian dilanjutkan dengan Angin Malam oleh Once Mekel dan Merpati Putih yang dinyanyikan Andre Hehanussa. Penonton juga ikut bernyanyi saat Monita Tahalea membawakan lagu Cinta dan Hening.
Antusiasme penonton kembali terlihat ketika Dira Sugandi membawakan lagu Rindu. Sementara Andre Hehanussa melanjutkan konser dengan lagu Malam Pertama dan Once Mekel membawakan Selamat Jalan Kekasih yang mendapat sambutan meriah dari penonton.
“Terima kasih, apa kabarnya? Senang banget ketemu kalian semua. Java Jazz luar biasa,” kata Once menyapa penonton.
Konser kemudian ditutup dengan lagu Simfoni yang dibawakan secara kolaboratif oleh seluruh musisi yang terlibat. Pada momen penutup tersebut, Erros Djarot turut naik ke panggung dan bergabung bersama para penyanyi, disambut tepuk tangan panjang dari para penonton.
“Sampai bertemu lagi,” tutup Erros Djarot.
Sumber : Antara
Baca juga : Konser Badai Pasti Berlalu Rayakan 52 Tahun Karya Erros Djarot di Balai Sarbini







Comments