STARJOGJA.COM, Info – Burnout akibat tekanan pekerjaan bisa memicu gangguan fisik, mental, hingga penurunan produktivitas kerja. Kondisi ini ditandai kelelahan emosional berkepanjangan yang sering kali diabaikan pekerja produktif.
“Burnout fisik (ditandai) kelelahan menerus, gangguan tidur, mudah sakit. Dari sisi psikologis kehilangan motivasi, merasa tidak dihargai, mudah marah, sedangkan secara perilaku kerja mengalami penurunan produktivitas, sinisme terhadap pekerjaan, sering absen,” kata Psikolog klinis Kasandra Putranto kepada ANTARA di Jakarta, Jumat (9/5/2026).
Kasandra menjelaskan burnout merupakan kondisi kelelahan emosional, fisik, dan mental akibat stres kronis di tempat kerja. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada performa kerja, tetapi juga memengaruhi kualitas hidup seseorang secara keseluruhan.
“Dalam banyak kasus, muncul pula dorongan untuk terus bekerja meski tubuh sudah lelah, karena merasa ‘tidak enak berhenti’ atau takut ketinggalan,” ujarnya.
Ia menuturkan tanda psikologis burnout kerap tidak disadari, terutama pada pekerja yang terbiasa aktif dan produktif. Gejalanya meliputi rasa lelah yang tidak hilang meski sudah beristirahat, kehilangan minat terhadap hal yang sebelumnya menyenangkan, hingga sulit fokus dan overthinking terkait pekerjaan.
“Burnout sindrom yang dapat dipulihkan melalui intervensi yang tepat,” katanya.
Kasandra mengatakan pemulihan burnout membutuhkan dukungan lingkungan serta keterlibatan individu dalam menjaga kesehatan mental. Menurutnya, akses terhadap layanan seperti konseling psikologis, terapi perilaku kognitif (CBT), hingga dukungan psikiatri dapat membantu seseorang memahami sumber stres dan memulihkan kondisi psikologisnya.
“Intinya produktivitas tetap penting, tetapi tanpa pemulihan dan keseimbangan, kinerja justru akan menurun dan biaya psikologisnya jauh lebih besar dalam jangka panjang,” ujarnya.
Ia juga menyarankan pekerja menjaga pola tidur, makan seimbang, serta rutin berolahraga ringan agar kondisi tubuh tetap prima. Selain itu, pekerja disarankan meluangkan waktu untuk beristirahat dan menjalani aktivitas non-produktif seperti bersosialisasi atau menekuni hobi.
Sumber : Antara
Baca juga : Ini Cara Atasi Kelelahan Kronis atau Burnout







Comments