HealthLifestyle

Frugal Living Jadi Tren Anak Muda, Tak Lagi Dianggap Gaya Hidup Kekurangan

0
pola makan sehat frugal living
pola makan sehat (ist)

STARJOGJA.COM, Info – Gaya hidup hemat atau frugal living kini semakin diterima di kalangan generasi muda sebagai bagian dari gaya hidup modern. Frugal living tak lagi dipandang sebagai simbol kekurangan, melainkan bentuk kesadaran dalam mengatur konsumsi secara lebih bijak.

“Sekarang hemat itu adalah pilihan sadar, karena kita memang mau hemat saja, enggak mau boros,” kata Antropolog Indonesia Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto kepada ANTARA, Jumat (9/5/2026).

Semiarto menjelaskan frugal living saat ini berkembang menjadi nilai sosial baru di masyarakat urban. Menurutnya, generasi muda mulai mengedepankan konsumsi yang wajar dan tidak berlebihan dibanding sekadar mengikuti tren kemewahan.

“Apa yang dikeluarkan dan apa yang didapat. Mengeluarkan dengan harga yang masuk akal, yang wajar, dan mendapatkan sesuai dengan apa yang diharapkan,” ujarnya.

Ia menilai perubahan pola konsumsi itu dipengaruhi munculnya etika baru yang menolak perilaku over consumption. Anak muda kini dianggap lebih rasional dalam membelanjakan uang dan lebih memperhatikan manfaat dari setiap pengeluaran.

“Jangan boros-boros, jangan over consumption, enggak perlu lagi beli yang mahal-mahal atau yang berlebih, cukup saja,” katanya.

Selain soal pengelolaan keuangan, Semiarto menyebut frugal living juga berkaitan dengan cara generasi muda membangun citra diri di ruang publik dan media sosial. Konsep sederhana, bersih, dan minimalis kini justru dianggap lebih menarik.

“Sekarang bicara penampilan itu yang clean, yang bersih, simple, itu keren,” ujarnya.

Menurut Semiarto, frugal living saat ini telah menjadi bagian dari self-presentation atau cara seseorang menunjukkan identitas sosialnya. Pergeseran ini menunjukkan adanya perubahan nilai konsumsi dari budaya pamer menuju gaya hidup yang lebih sadar dan disiplin.

“Frugal living bukan sekadar hemat atau pelit, tapi itu adalah cara kita menampilkan diri di publik,” katanya.

Ia menyebut perubahan tersebut dalam perspektif antropologi dikenal sebagai reframing atau mengerangkai ulang nilai konsumsi di masyarakat modern.

“Dalam bahasa antropologi itu kita sebut sebagai reframing, mengerangkai ulang nilai konsumsi dari sekadar pamer status menjadi disiplin diri,” ujarnya.

Focus Keyphrase:

Meta Description: Antropolog UI Semiarto Aji Purwanto menilai frugal living kini menjadi gaya hidup modern generasi muda yang mengutamakan konsumsi sadar dan tidak berlebihan.

Tag:

Sumber : Antara

Baca juga :

Bayu

Burnout Akibat Kerja Bisa Picu Gangguan Fisik dan Mental, Ini Tanda-tandanya

Previous article

Indonesia Debut di Biennale Teatro Venezia 2026, Angkat Budaya Melayu ke Panggung Dunia

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Health