LifestyleTechno

Survei Jepang: 7 Persen Remaja Diduga Kecanduan Media Sosial

0
remaja jepang kecanduan pembatasan media sosial bagi anak PP Tunas anak bermain gawai PP Tunas KPAI mengungkap 5 juta anak Indonesia terpapar pornografi dan judi online. Pemerintah didesak segera ambil langkah perlindungan ruang digital anak.
media sosial dan internet bagi anak (antara)

STARJOGJA.COM, Info – Survei terbaru di Jepang menunjukkan sekitar tujuh persen remaja diduga mengalami kecanduan media sosial. Kelompok usia 10 hingga 19 tahun tercatat menjadi pengguna dengan tingkat penggunaan bermasalah tertinggi dibanding kelompok usia lainnya.

Hasil survei lembaga medis tersebut menunjukkan para remaja terlalu kecanduan untuk mengurangi waktu penggunaan ponsel, Jumat (2/5/2026).

Penelitian itu dilakukan oleh Kurihama Medical and Addiction Center terhadap 9.000 responden berusia 10 hingga 79 tahun di 400 lokasi di seluruh Jepang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.650 orang memberikan tanggapan dalam survei yang berlangsung pada Januari hingga Februari 2025.

Survei tersebut mengajukan sembilan pertanyaan, termasuk “Apakah Anda telah melakukan upaya yang tidak berhasil untuk mengurangi penggunaan (media sosial)?” dan “Apakah Anda pernah berbohong kepada teman atau keluarga Anda tentang berapa banyak waktu yang Anda habiskan?”

Lembaga tersebut menggunakan metode penilaian internasional untuk mengidentifikasi kecanduan media sosial. Responden yang menjawab “ya” pada sedikitnya lima pertanyaan dikategorikan berpotensi mengalami penggunaan media sosial secara patologis.

Ambang batas tersebut dilampaui oleh 7 persen responden berusia 10 hingga 19 tahun, dibandingkan dengan 4,7 persen di antara mereka yang berusia 20-an.

Survei juga menemukan durasi penggunaan media sosial cukup tinggi pada kelompok yang diduga mengalami kecanduan. Sebagian besar responden mengaku menghabiskan waktu berjam-jam setiap hari untuk mengakses media sosial, terutama saat akhir pekan.

Dari mereka yang diduga memiliki penggunaan media sosial yang bermasalah, 30 persen mengatakan mereka menghabiskan “enam jam atau lebih” online pada hari kerja dan 62 persen mengatakan mereka melakukannya pada akhir pekan.

Beberapa penelitian sebelumnya juga menunjukkan adanya keterkaitan penggunaan media sosial dengan masalah kesehatan mental dan perilaku sosial pada anak-anak. Karena itu, sejumlah negara mulai memperketat aturan penggunaan media sosial bagi usia remaja.

Pusat tersebut menyarankan rumah tangga untuk menetapkan aturan penggunaan ponsel pintar oleh anak-anak sebelum pembelian, dengan menentukan kapan dan di mana perangkat dapat digunakan dan konsekuensi jika melanggar aturan tersebut. Selain itu, para orang tua juga diimbau untuk memberikan “contoh yang baik.”

Sumber : Antara

baca juga : BPKN Dukung Pembatasan Penggunaan Media Sosial bagi Anak

Bayu

TKP Senopati Resmi Jadi Pangkalan Andong dan Becak

Previous article

Psikolog Ingatkan Pentingnya Orang Tua Jadi Pendamping Aktif Anak di Era Digital

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lifestyle