News

Kemenbud Dorong Penyusunan Buku Karya Syekh Yusuf al-Makassari al-Bantani untuk Perkuat Diplomasi Budaya

0
gua Metanduno museum song terus Syekh Yusuf al Makassari al Bantani
Menteri Kebudayaan Fadli Zon bicara soal situs Gunung padang (antara)

STARJOGJA.COM, Info – Kementerian Kebudayaan mendorong program penyusunan dan penerbitan buku suntingan karya-karya Syekh Yusuf al-Makassari al-Bantani. Langkah tersebut dilakukan bersama Masyarakat Pernaskahan Nusantara untuk memperluas akses terhadap manuskrip yang selama ini masih tersebar di berbagai koleksi.

“Teks tidak perlu dilatinkan. Namun demikian, opsi penerjemahan ke bahasa Inggris tetap terbuka sebagai pengembangan buku ini nantinya. Kalau ada bahasa Inggris, saya kira di sana (Afrika Selatan) juga dapat respons yang bagus, sekaligus memperluas jangkauan internasional karya tersebut,” katanya Jumat (2/5/2026).

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai proyek tersebut menjadi bagian penting dalam pelestarian manuskrip Nusantara sekaligus penguatan diplomasi budaya Indonesia. Ia juga meminta proses penyusunan buku dipercepat agar dapat diluncurkan pada momentum strategis tahun ini.

“Oleh karenanya kami berharap Kementerian Kebudayaan dapat berkoordinasi lebih lanjut dengan Leiden Library, untuk memungkinkan digitalisasi tiga manuskrip berikutnya, serta dapat melakukan kajian komparatif terhadap varian naskah tersebut,” jelasnya.

Dalam penelitian sebelumnya, Manassa telah mengidentifikasi sedikitnya 23 karya Syekh Yusuf. Sejumlah manuskrip penting tersimpan di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, termasuk bundel berkode A 45, A 101, dan A 108 yang berasal dari perpustakaan Kesultanan Banten.

Selain manuskrip di Indonesia, terdapat lima manuskrip lain yang tersimpan di Leiden. Ketua Umum Manassa Agus Iswanto menyebut dua manuskrip telah tersedia dalam format digital, sedangkan tiga lainnya masih memerlukan izin resmi dari Leiden Library dan KITLV untuk proses digitalisasi.

Program ini juga diarahkan untuk menghasilkan edisi kritis berbasis metode filologi, publikasi ilmiah berkualitas, hingga penyediaan akses terbuka kepada masyarakat. Selain pelestarian manuskrip nasional, karya-karya Syekh Yusuf dinilai memiliki nilai penting dalam konteks diaspora dan hubungan sejarah Indonesia dengan Afrika Selatan.

Sumber : Antara

baca juga : Syekh Nawawi al-Bantani Layak Menjadi Pahlawan Nasional

Bayu

Gilas PSIS, PSS Balik Lagi ke Liga 1

Previous article

TKP Senopati Resmi Jadi Pangkalan Andong dan Becak

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in News