STARJOGJA.COM, Info – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menyoroti rencana evaluasi dan penutupan program studi yang digagas pemerintah. Kampus meminta kejelasan kriteria agar kebijakan tidak menimbulkan kebingungan di dunia pendidikan tinggi.
“Beberapa program seperti pendidikan disebut mengalami inflasi lulusan, tetapi harus jelas pendidikan yang mana—apakah guru SD, guru mata pelajaran, atau bidang tertentu. Karena di lapangan justru masih banyak daerah yang kekurangan guru. Begitu juga dengan kedokteran. Jika dianggap berlebih, mengapa pembukaan fakultas kedokteran tetap didorong? Bisa jadi yang dibutuhkan sebenarnya dokter spesialis, bukan dokter umum, tetapi ini belum dijelaskan secara tegas,” ujar Prof. Dr. Zuly Qodir, M.Ag., Senin (27/4/2026).
Rencana evaluasi prodi mencuat seiring adanya ketimpangan antara jumlah lulusan dan kebutuhan industri. Namun, menurut UMY, persoalan utama tidak hanya soal jumlah, melainkan relevansi kurikulum dengan dunia kerja.
“Jika industri hanya dilihat dari sisi teknik, itu tidak cukup. Pengelolaan keuangan, pemasaran, hingga relasi dengan masyarakat membutuhkan kontribusi ilmu sosial. Jadi, persoalannya bukan pada relevan atau tidaknya, melainkan bagaimana mengintegrasikannya dengan kebutuhan industri,” jelasnya.
UMY memilih tidak serta-merta menutup program studi sebagai respons kebijakan tersebut. Kampus lebih menekankan pada penyesuaian kurikulum agar tetap adaptif terhadap perubahan kebutuhan zaman.
“Kami menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan dunia kerja serta menghadirkan praktisi agar mahasiswa memahami kebutuhan di lapangan. Selain itu, mahasiswa juga didorong mengembangkan soft skills agar tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga siap secara profesional,” ujarnya.
Selain itu, UMY menilai kebijakan pendidikan tinggi seharusnya tidak hanya berorientasi pada kebutuhan industri jangka pendek. Perguruan tinggi dinilai memiliki peran strategis dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban.
“Pemerintah perlu menjelaskan secara tegas program studi apa yang akan ditutup dan dikembangkan. Jangan sampai perguruan tinggi hanya mengikuti tren tanpa arah yang jelas. Pendidikan tinggi bukan sekadar mencetak tenaga kerja, tetapi juga membangun ilmu pengetahuan dan masa depan bangsa,” tegasnya.
Sumber : Humas UMY
Baca juga : CITO Modern Laboratory Hadirkan Layanan Cepat Dan Tepat







Comments