STARJOGJA.COM, SLEMAN. Gandeng Kanal Asian Survivor, Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BBPPMT) Yogyakarta bersama Bank Mandiri Gelar Pelatihan Literasi Digital dan Bisnis Ekspor. Pelatihan ini menjadi upaya untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang ada.
Kegiatan peningkatan kapasitas pegawai yang bertajuk “Bijak Bermedia Sosial dan Pengenalan Bisnis Ekspor” ini menjadi bagian dalam upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang adaptif, unggul, berdaya saing serta mampu menjawab tantangan era digital. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai dan para peserta Peningkatan Kapasitas Transmigran Penggerak Angkatan III dan IV Tahun 2026.
Kepala BBPPMT Yogyakarta, Tunggak Santosa, S.H., M.H., dalam sambutannya menyebutkan media sosial kini telah menjadi kanal strategis komunikasi publik, oleh karena itu dalam kegiatan ini para peserta dibekali kemampuan bagaimana cara memanfaatkan platform digital secara bijak dan produktif.
“Melalui kegiatan pengembangan kompetensi ini, kami berharap setiap pegawai bisa berinovasi dan memiliki bekal wawasan yang luas agar dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Di era transformasi, hal ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban, melainkan investasi jangka panjang”, jelas Tunggak Santosa.
Konten kreator dari kanal YouTube Asian Survivor sekaligus putra transmigran asal Kalimantan Utara, Revaival, berkesempatan menjadi pemateri dan berbagi pengalamannya dalam mengembangkan media sosial hingga memiliki ratusan ribu pengikut.
Asian Survivor merupakan sebuah kanal YouTube edukatif yang menyajikan visual kehidupan serta budaya masyarakat di kawasan Asia Tenggara. Melalui video-video informatifnya, Asian Survivor mengajak viewers menyelami keragaman yang ada ditengah masyarakat, tak terkecuali kehidupan masyarakat di kawasan transmigrasi.
Selain berfokus pada pembekalan terkait literasi digital, kegiatan yang diselenggarakan pada Senin, 8 Juni 2026 ini juga menjadi wadah untuk memahami seluk-beluk dunia ekspor. Peserta diajarkan tentang bagaimana tata cara serta tahapan dalam menjalankan bisnis ekspor.
Mulai dari mengenal negara tujuan ekspor, komoditas unggulan, shipper, buyer, perusahaan logistik, lembaga keuangan, serta instansi pemerintah terkait. Kegiatan ini menghadirkan praktisi eksportir handycraft CV. Pondok Daun Bantul, Slamet Prihadi Sudarsono sebagai narasumber.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta tidak hanya mendapatkan materi teoritis melainkan juga dilibatkan dalam diskusi interaktif. BBPPMT Yogyakarta berkomitmen, kedepannya akan terus menjadikan program pelatihan dan pengembangan kapasitas ini sebagai agenda rutin.
“Langkah ini diharapkan dapat mencetak agent of change (agen perubahan) yang dapat memberi dampak positif bagi kemajuan institusi dan meningkatkan kepuasan masyarakat,” harapnya.
Baca juga : Dorong Pengembangan Ekonomi wilayah, BBPPMT Yogyakarta Tingkatkan Kapasitas Transmigran Penggerak







Comments