Flash InfoHealthKota JogjaNews

Jangan Tunggu Sakit, Ini Bahaya Karang Gigi dan Infeksi Saraf

0
karang gigi

STARJOGJA.COM,INFO. Masalah kesehatan gigi dan mulut kerap diabaikan masyarakat hingga menimbulkan rasa sakit. Padahal, gigi berlubang, penumpukan karang gigi, hingga infeksi pada saraf gigi yang tidak segera ditangani dapat memicu komplikasi dan berdampak pada kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Dokter gigi FDC Dental Clinic, drg. Anisya Ulfatimah, mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu munculnya rasa sakit untuk memeriksakan kesehatan gigi. Pemeriksaan dan perawatan sejak dini dinilai penting untuk mencegah kerusakan gigi yang lebih parah.

“ Indikator kesehatan gigi bukan hanya dilihat dari warna putih atau penampilan senyum. Kondisi rongga mulut yang sehat juga harus bebas dari gangguan seperti gigi berlubang, peradangan gusi, dan infeksi,” Jelasnya dalam Program Star Insight di 101.3 Star FM.

drg. Anisya menjelaskan, gigi berlubang yang dibiarkan tanpa penanganan dapat mengalami kerusakan semakin dalam hingga mencapai bagian saraf. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan infeksi, pembengkakan, dan rasa nyeri yang semakin parah.

“Jangan nunggu sakit dulu baru ke dokter gigi. Lubang pada gigi yang dibiarkan akan makin dalam hingga mengenai saraf. Jika sudah terjadi pembengkakan atau infeksi, dampaknya bisa merembet ke saluran THT hingga organ vital seperti jantung,” ujar drg. Anisya.

Ia juga mengingatkan bahwa peradangan kronis di rongga mulut perlu mendapat perhatian, terutama pada pasien dengan penyakit penyerta seperti diabetes dan gangguan kardiovaskular.

“Penanganan masalah gigi sejak awal menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko komplikasi,” tegasnya.

Kebiasaan menyikat gigi dua kali sehari merupakan bagian penting dari menjaga kesehatan mulut. Namun, cara tersebut belum tentu mampu membersihkan seluruh permukaan gigi, terutama area sempit di antara gigi yang sulit dijangkau bulu sikat.

Kebiasaan mengonsumsi obat pereda nyeri saat sakit gigi tanpa memeriksakan penyebabnya juga menjadi perhatian drg. Anisya.

“Obat pereda nyeri dapat membantu mengurangi gejala sementara, tetapi tidak serta-merta mengatasi sumber masalah, terutama jika sudah terdapat infeksi atau kerusakan pada jaringan gigi,” lanjutnya.

Untuk mencegah berbagai masalah tersebut, masyarakat dianjurkan menjalani pemeriksaan gigi secara rutin, idealnya setiap enam bulan sekali. Pemeriksaan ini juga penting dilakukan pada anak-anak agar gangguan kesehatan gigi dapat diketahui sejak dini.

Sementara itu, Head of Clinic FDC Dental Clinic, Febrian Prasetyo, mengatakan perkembangan teknologi turut memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menjalani perawatan gigi.

Menurutnya, penggunaan kamera intraoral memungkinkan pasien melihat kondisi gigi secara langsung sebelum dan sesudah tindakan perawatan.


Baca juga : Tips Merawat Kesehatan Gigi dan Mulut

Siswa SMA di Prancis Blokade Sekolah di Paris hingga Marseille

Previous article

Lima Kebiasaan Sederhana Ini Bantu Jaga Daya Tahan Tubuh saat Musim Hujan Tiba

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Flash Info