STARJOGJA.COM, Info – Viking Sunset Studios menggelar penayangan perdana film Peluru Senja: The Ghost and The Gun di CGV Pacific Place, Jakarta, Jumat (23/10/2026). CEO Viking Sunset Studios, Bo Holmgreen, mengatakan film ini berawal dari keikutsertaannya di Cannes Film Festival yang mendorongnya membuat karya tersebut.
“Kebetulan karena saya menemui beberapa orang di Cannes Film Festival beberapa tahun lalu, dan kami mulai berbicara mengenai film ini,” jawab Bo.
Menurut Bo, film ini diadaptasi dari peperangan pasukan militer Malaysia dan Inggris melawan pasukan separatis pada 1948, dan diproduksi di Bali. Pemilihan Bali berkaitan erat dengan kebutuhan lokasi syuting film.
“Kami berbicara mengenai lokasi syuting film dan saya menyadari 70% dari latar tempat film ini berlokasi di hutan. Karena itu, kami menayangkan Bali dalam tingkat internasional,” papar Bo.
Bo juga mengemukakan bahwa lokasi dan suasana syuting di Bali membuat seluruh aktor dan kru bisa bekerja profesional sekaligus bersenang-senang. Ia mengaku sangat menikmati proses produksi di sana.
“Bali memiliki suasana keterbukaan dan kebebasan, dan kami sangat menikmati waktu selama proses syuting film. 135 orang berlarian di hutan selama 35 hari. 50 hari, atau berapapun itu,” jelas Bo.
Peluru Senja: The Ghost and The Gun merupakan kolaborasi lintas negara yang diproduseri Anshul Tiwari dengan naskah karya Abhi Kumar. Penayangan di CGV Pacific Place menjadi yang pertama di Indonesia dan dikhususkan bagi awak media serta tamu undangan.
Ceritanya berlatar peperangan pasca-Perang Dunia II di Malaysia, dengan fokus pada seorang polisi Melayu dan seorang tentara Inggris. Keduanya, Ishwan (Hazman Al-Idrus) dan Abraham (Brett Tutor), berupaya menjaga keamanan Desa Sungei Seger dari kelompok separatis pimpinan Chin Liu (Fabian Loo).
Film ini juga dibintangi aktris Indonesia, Asmara Abigail, yang memerankan Siti, protagonis di tengah masyarakat lokal Malaysia selama konflik.
Sumber : Bisnis






Comments