STARJOGJA.COM, Info – Kajian “Electronic Cigarettes for Smoking Cessation” mencatat bahwa rokok elektronik bernikotin lebih berhasil menekan kebiasaan merokok dibanding terapi pengganti nikotin, seperti koyo dan permen karet nikotin. Kajian ini merupakan tinjauan sistematis berlanjut (living systematic review) yang terus diperbarui seiring munculnya bukti baru.
“Berkat penggunaan vape, sekitar 8 hingga 10 dari setiap 100 pengguna rokok elektronik bernikotin berhasil berhenti merokok,” seperti dikutip dalam laman Cochrane Library, Kamis (22/10/2026).
Jamie Hartmann-Boyce dari University of Massachusetts Amherst, Amerika Serikat, bersama timnya menganalisis 80 uji klinis acak (randomized controlled trials) dengan 29.861 peserta, dan sembilan di antaranya merupakan studi baru. Keberhasilan itu disebut tidak bersifat sementara, sebab kajian mengukur kemampuan peserta berhenti merokok selama sedikitnya enam bulan.
“Berdasarkan konsistensi temuan, rokok elektronik merupakan opsi yang terbukti dan layak bagi orang-orang yang berhenti dari rokok. Pembaruan ini mencakup 9 uji klinis baru dan kesimpulan utama kami tidak berubah,” kata Jamie Hartmann-Boyce.
Sebagai pembanding, hanya 6 dari 100 perokok dewasa yang berhasil berhenti dengan terapi pengganti nikotin. Bagi mereka yang tidak mendapat dukungan atau hanya memperoleh dukungan perilaku (behavioral support), angkanya lebih kecil, yakni 5 dari 100 orang.
Hartmann-Boyce menyebut tim peneliti tidak menemukan peningkatan bahaya dari pemakaian rokok elektronik sebagai alternatif untuk beralih dari rokok. Meski begitu, penelitian jangka panjang masih diperlukan.
Temuan ini berlaku spesifik untuk produk vape legal, bukan produk ilegal yang mengandung zat berbahaya. Batasan tersebut kembali ditegaskan oleh Hartmann-Boyce.
“Perlu ditekankan bahwa tinjauan kami dilakukan pada rokok elektronik teregulasi yang mengandung nikotin,” ujarnya.
Penulis utama kajian, Nicola Lindson dari University of Oxford, Inggris, menilai berhenti merokok bukan perkara mudah. Banyak perokok dewasa sudah berkali-kali mencoba mengurangi kebiasaan itu, tetapi gagal.
“Penting untuk menyediakan berbagai pilihan berbeda yang dapat membantu seseorang beralih, yang bisa mendorong mereka untuk terus mencoba. Produk ini lebih rendah bahayanya dari rokok dan itulah perbandingan paling penting bagi orang-orang yang masih merokok,” ujarnya.
Sumber : Antara







Comments