STARJOGJA.COM, Info – Peneliti geografi sekaligus penulis asal Belanda Dick Rozing menyerahkan dua foto fisik berukuran besar kepada Dinas Kebudayaan Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Kedua foto yang disebut diproduksi pada 1912 itu akan menambah dokumentasi visual sejarah pertambangan batu bara di Sawahlunto.
Sekretaris Dinas Kebudayaan Kota Sawahlunto Rahmat Gino mengatakan foto tersebut menggambarkan kondisi Sawahlunto pada masa lalu, termasuk aktivitas pengangkutan batu bara dengan menggunakan tenaga kuda.
“Kita simpan di museum, pada event yang sesuai akan dipamerkan. Dokumentasi visual ini penting dalam memperkuat referensi sejarah pertambangan Sawahlunto,” katanya.
Menurut Gino, kedua foto tersebut diperoleh Rozing di Belanda dari keluarga seorang koleganya. Berdasarkan informasi yang disampaikan Rozing, foto itu disebut diproduksi pada 1912 dengan salah satunya menampilkan lanskap Sawahlunto dan foto lainnya memperlihatkan aktivitas pengangkutan batu bara menggunakan tenaga kuda.
Penyerahan dokumentasi tersebut berlangsung dalam rangkaian kunjungan Rozing bersama rombongan ke sejumlah lokasi bersejarah di Sawahlunto. Beberapa lokasi yang dikunjungi antara lain museum, kompleks pemakaman Belanda, serta rumah bekas kepala tambang Ijzerman.
Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra mengatakan pemerintah daerah terus membangun sinergi dengan berbagai pihak untuk melengkapi dokumentasi sejarah kota, terutama yang berkaitan dengan Warisan Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto (WTBOS).
Kelengkapan dokumentasi tersebut dinilai penting untuk menjaga pengetahuan mengenai sejarah pertambangan batu bara Ombilin beserta warisan yang ditinggalkannya. Pengetahuan tersebut selanjutnya dapat diperkenalkan kepada generasi berikutnya melalui berbagai kegiatan.
Dinas Kebudayaan Kota Sawahlunto selanjutnya menyimpan kedua foto tersebut di museum. Dokumentasi visual itu akan dipamerkan pada kegiatan yang sesuai agar masyarakat dapat mengenal lebih jauh sejarah pertambangan Sawahlunto.
Sumber : Antara







Comments