STARJOGJA.COM,INFO. Efek suara sound horeg memicu penurunan pendengaran. Efek penurunan tersebut dimulai pada frekuensi di luar frekuensi komunikasi sehingga gangguan komunikasi baru dapat dinilai minimal lima tahun pasca pajanan secara konsisten
Dokter Spesialis THT-KL Subspesialis Neurotologi Dr. dr. Fikri Mirza Putranto Sp.THT-KL Sub NO(K) menyampaikan bahwa paparan suara sound horeg bisa memicu masalah penurunan pendengaran.
“Berdasarkan penelitian satu dari empat orang yang terpajan suara setara sound horeg selama 1 jam sudah dapat diidentifikasi mengalami penurunan pendengaran bermakna,” kata Fikri kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.
Fikri mengatakan efek penurunan tersebut dimulai pada frekuensi di luar frekuensi komunikasi sehingga gangguan komunikasi baru dapat dinilai minimal lima tahun pasca pajanan secara konsisten.
“Gejala awal yang muncul adalah telinga berdenging dan gangguan komunikasi di tempat ramai. Efek ini akan makin besar pada telinga anak dan orang tua,” tutur Fikri yang juga pengajar pada Kelompok Staf Medis Telinga Hidung Tenggorokan – Bedah Kepala Leher Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia – Rumah Sakit Universitas Indonesia.
Selain itu, kombinasi sound horeg dan alkohol dinilainya juga akan mempercepat proses kerusakan saraf pendengaran karena alkohol menghambat proses perbaikan sel.
Sound horeg adalah parade yang dilakukan sekelompok orang dengan membunyikan musik lewat perangkat pelantang suara yang diangkut menggunakan pikup atau truk, kemudian berkeliling di area kampung atau di jalan raya. Fenomena sound horeg turut marak pada sejumlah daerah seperti di wilayah Jawa Timur.
Fikri mengatakan bahwa sound horeg berdasarkan kriteria masuk ke kategori suara ekstrem keras. Hal tersebut berdasarkan tingkat suara yang dihasilkan dari sound horeg mencapai lebih dari 110 desibel (dB) pada jarak 1 meter dari pengeras suara.
Berdasarkan jenis perangkat yang digunakan, lanjut Fikri, sound horeg diperkirakan memiliki frekuensi pada rentang 30–70 Hz.
Fikri mengatakan kombinasi frekuensi dan kekuatan suara yang dihasilkan bukan hanya merangsang organ pendengaran, namun, juga keseimbangan.
Lebih lanjut, Fikri menambahkan langkah perlindungan dari paparan suara sound horeg termasuk diperlukan bentuk kebijakan pemerintah.
“Kewajiban memisahkan sound horeg dari lingkungan perumahan. Kewajiban pengusaha sound horeg menjaminkan kesehatan pekerjanya ke BPJS-TK dan melakukan pemeriksaan audiometri berkala tiap tahun,” tutur Fikri.
Baca juga : Audio sound horeg picu denyut jantung hingga tekanan darah naik







Comments