Lifestyle

BPBD Bantul Salurkan 2,85 Juta Liter Air Bersih Selama Kemarau

0
Bantuan Air Bersih Bantul
Ilustrasi Bantuan Air Bersih Bantul (JIBI)
STARJOGJA.COM, Info – Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menyalurkan 2.850.000 liter air bersih ke wilayah terdampak krisis air selama musim kemarau tahun ini. Bantuan tersebut telah menjangkau delapan kapanewon dan sekitar 16 kalurahan di Kabupaten Bantul.
“2.850.000 liter itu setara dengan 556 tangki truk air bersih,” kata Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, Peralatan, Rehabilitasi, dan Konstruksi BPBD Bantul Antoni Hutagaol di Bantul, Kamis (18/9/2026).
Delapan kapanewon yang menerima distribusi air bersih yakni Pundong, Imogiri, Dlingo, Pajangan, Piyungan, Srandakan, Sedayu, dan Kasihan. Dari wilayah tersebut, tercatat sekitar 16 kalurahan mengalami kebutuhan bantuan air bersih akibat kekeringan.
“Dari delapan kapanewon, total ada sekitar 16 kalurahan yang menerima bantuan air bersih,” ujarnya.
Volume distribusi air bersih tahun ini masih lebih rendah dibandingkan kondisi kekeringan pada 2023. Saat itu, BPBD Bantul mencatat distribusi air mencapai sekitar 11 juta liter hingga Desember.
“Kalau dulu tahun 2023 sempat mencapai 11 juta liter hingga bulan Desember. Sekarang posisi sampai September baru 2,85 juta liter,” katanya.
Meski beberapa wilayah Bantul telah diguyur hujan, BPBD tetap menyiagakan layanan distribusi air bersih. Kondisi tersebut karena curah hujan yang turun belum cukup untuk memulihkan ketersediaan air tanah di sejumlah wilayah terdampak.
“Jadi seperti tahun-tahun lalu, sudah hujan kok masih dropping air, karena kenyataannya memang hujannya tidak terlalu besar sehingga kondisi air tanah belum terpenuhi,” ujarnya.
BPBD Bantul juga tengah mempertimbangkan perpanjangan status siaga darurat kekeringan. Status tersebut dijadwalkan berakhir pada 25 September 2026, sehingga koordinasi akan dilakukan untuk menentukan langkah berikutnya.
“Selasa pekan depan mungkin kami akan rapat koordinasi. Karena status siaga darurat kekeringan akan habis pada 25 September 2026,” katanya.
Pertimbangan perpanjangan status tersebut akan melihat perkembangan kondisi cuaca dan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). BPBD memperkirakan status siaga darurat masih berpotensi diperpanjang apabila kondisi kekeringan belum berakhir.
“Nanti kami akan diskusi terkait perkembangan dari BMKG, sepertinya akan diperpanjang periode status siaganya,” ujarnya.
Antoni mengatakan kemarau panjang yang dipengaruhi El Nino diprediksi masih berlangsung hingga Februari 2027. Karena itu, BPBD Bantul tetap membuka kesiapsiagaan apabila terdapat wilayah yang kembali mengajukan bantuan distribusi air bersih.
Sumber : Antara
Bayu

Macklemore Dikeluarkan dari Tur Ed Sheeran, Ini Kronologinya

Previous article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lifestyle