LifestyleMusic

Macklemore Dikeluarkan dari Tur Ed Sheeran, Ini Kronologinya

0
Macklemore tur Ed Sheeran YAYASAN MUSIC Ed Sheeran
Ed-Sheeran-Rollingstone.com
STARJOGJA.COM, Info – Rapper Macklemore dikeluarkan dari rangkaian tur Amerika Serikat Ed Sheeran setelah menyuarakan dukungan terhadap Palestina dalam penampilannya sebagai artis pembuka. Keputusan tersebut memicu perdebatan karena melibatkan perbedaan pandangan soal kebebasan berekspresi, sikap artis terhadap konflik Israel-Palestina, serta kewenangan promotor dan pemilik venue.
Macklemore dan Ed Sheeran sebelumnya telah berteman selama bertahun-tahun dan pernah berkolaborasi dalam lagu Growing Up pada 2015. Namun, hubungan profesional keduanya kemudian berada dalam sorotan setelah Macklemore menyampaikan pesan pro-Palestina dalam Loop Tour Sheeran di Amerika Serikat.
Pada 4 September 2026, Macklemore menyerukan Free Palestine dan membawakan Hind’s Hall saat tampil di MetLife Stadium, New Jersey. Ia juga menyampaikan dukungan bagi masyarakat Palestina di Gaza dan Tepi Barat, yang kemudian mendapat respons beragam dari penonton dan sejumlah kelompok yang mengkritik pernyataannya.
Sebelumnya, Macklemore memang telah dikenal sebagai musisi yang secara terbuka menyuarakan dukungan terhadap Palestina. Pada 2024, ia merilis Hind’s Hall yang berkaitan dengan aksi mahasiswa pro-Palestina di Columbia University.
Mengapa Macklemore Dikeluarkan dari Tur?
Pada 14 September 2026, Macklemore mengumumkan bahwa dirinya tidak lagi menjadi bagian dari sisa tur Amerika Serikat Ed Sheeran. Menurut Macklemore, sejumlah pemilik stadion menolak menggelar konser apabila dirinya masih tercantum sebagai artis pembuka.
Salah satu nama yang disebut Macklemore adalah Robert Kraft, pemilik New England Patriots sekaligus Gillette Stadium. Kraft kemudian mengonfirmasi keterlibatannya dan menyatakan Gillette Stadium menolak memberikan panggung kepada Macklemore karena apa yang disebutnya sebagai riwayat pernyataan dan materi yang mengandung retorika antisemitisme.
Macklemore membantah tuduhan tersebut dan mempertahankan pandangannya bahwa dukungan terhadap Palestina merupakan bagian dari seruan mengenai hak serta martabat manusia.
Ed Sheeran: Bukan Keputusan Saya
Ed Sheeran kemudian memberikan penjelasan mengenai keluarnya Macklemore dari tur. Sheeran mengatakan keputusan tersebut berasal dari promotor setelah sejumlah venue menyampaikan bahwa mereka tidak akan menggelar konser jika Macklemore tetap menjadi artis pendukung.
Sheeran mengatakan dirinya telah berupaya menjembatani persoalan antara pihak-pihak yang terlibat. Ia juga menyatakan keprihatinannya terhadap situasi tersebut dan memilih tidak menggunakan panggung konsernya untuk menyampaikan pandangan politik mengenai konflik Israel-Palestina.
Dengan demikian, terdapat perbedaan penekanan mengenai proses keluarnya Macklemore. Macklemore menyebut tekanan dari pemilik venue sebagai faktor utama, sementara Sheeran menyatakan keputusan tersebut merupakan keputusan promotor setelah muncul persoalan dengan sejumlah venue.
Sejumlah Artis Ikut Mundur
Kontroversi tersebut kemudian berdampak pada susunan pengisi acara tur. Finneas, Lukas Graham, Aaron Rowe, dan grup asal Irlandia Beoga menyatakan mundur dari rangkaian tur sebagai bentuk solidaritas terhadap Macklemore.
Macklemore juga menyatakan akan mendonasikan pendapatan sebesar US$1 juta dari keterlibatannya dalam tur kepada organisasi yang membantu masyarakat Palestina.
Dampak pada Penjualan Tiket
Perubahan susunan artis turut memunculkan persoalan bagi sebagian pemegang tiket yang membeli tiket ketika Macklemore masih tercantum dalam daftar penampil. Sejumlah penonton meminta pengembalian dana, sementara kebijakan refund tetap bergantung pada penyelenggara acara.
Data yang dikutip Bisnis.com dari TicketData menunjukkan harga tiket termurah konser Ed Sheeran di Philadelphia turun dari US$126 menjadi US$96 setelah kontroversi tersebut, atau sekitar 24 persen. Secara keseluruhan, harga tiket di pasar sekunder tur dilaporkan turun sekitar 11%, meski belum terdapat angka resmi mengenai total kerugian yang dialami Sheeran, promotor, maupun pemilik venue.
Kontroversi ini pada akhirnya berkembang melampaui hubungan dua musisi. Persoalan tersebut mempertemukan isu kebebasan berekspresi, posisi artis terhadap konflik Israel-Palestina, kebijakan promotor, kewenangan pemilik venue, hingga dampaknya terhadap penonton dan pasar tiket.
Sumber : bisnis
Bayu

Film Horor Indonesia Memiliki Daya Tarik di Pasar Film Internasional

Previous article

BPBD Bantul Salurkan 2,85 Juta Liter Air Bersih Selama Kemarau

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lifestyle