STARJOGJA.COM, Info – Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan Lingo, alat permainan edukatif berbasis teknologi pengenalan ucapan untuk membantu meningkatkan kemampuan literasi anak usia dini. Inovasi ini dirancang sebagai alternatif pembelajaran tanpa ketergantungan pada layar gawai, terutama dalam masa transisi dari PAUD ke sekolah dasar.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman belajar literasi yang interaktif melalui permainan, sehingga anak dapat berlatih tanpa harus bergantung pada gawai,” ujar Dina selaku dosen pendamping, Jumat (11/9).
Lingo dikembangkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karya Inovatif (PKM-KI) oleh empat mahasiswa dengan pendampingan dosen UGM. Perangkat ini membantu anak mengenali abjad, melatih pengucapan suku kata, sekaligus menstimulasi kemampuan motorik dan auditori.
“Ketika anak mencoba mengucapkan suku kata, sistem akan memproses suara yang diterima dan memberikan umpan balik sehingga anak dapat mengetahui respons dari latihan yang dilakukan,” tutur Dina.
Lingo menggunakan sensor, mikrofon, speaker, DFMiniplayer, dan mikrokontroler ESP32-S3 untuk mengenali serta mengevaluasi pelafalan anak. Sistem kemudian memberikan umpan balik audio secara real-time saat perangkat digunakan.
“Data hasil latihan dapat menjadi bahan bagi guru dan orang tua untuk melihat perkembangan literasi anak dan menentukan pendampingan yang sesuai,” ungkapnya.
Pembelajaran Lingo juga terhubung dengan sistem pemantauan berbasis situs web melalui teknologi Internet of Things (IoT). Riwayat latihan dan hasil evaluasi anak dapat dicatat sehingga perkembangan belajar dapat dipantau guru maupun orang tua.
“Kami merancang Lingo sebagai media yang dapat membuat proses belajar membaca terasa seperti bermain, sehingga anak tetap mendapatkan stimulasi sambil berinteraksi langsung dengan alat,” katanya.
Tim telah menguji penggunaan Lingo di TK Budi Mulia Al Bayaan untuk melihat kesesuaian desain dan fungsi dengan pola interaksi anak usia dini. Hasil pengujian tersebut menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan perangkat.
“Pengujian di lapangan membantu kami melihat bagaimana anak berinteraksi dengan Lingo sekaligus menjadi bahan untuk menyempurnakan desain dan fungsinya,” ujar Miftahul.
Saat ini, prototipe Lingo sedang dalam proses pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) berupa Desain Industri. Tim berharap inovasi tersebut dapat terus dikembangkan sebagai alat permainan edukatif yang mendukung guru dan orang tua dalam pembelajaran literasi dasar anak.
Sumber : Humas UGM







Comments