News

Sri Sultan Dorong Internet Terjangkau untuk Masyarakat DIY

0
pembukaan ponpes Sri Sultan HB X
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X berfoto dengan sejumlah Pengasuh Pondok Pesantren DIY di Kantor Gubernur DIY, Kamis (16/7/2020). - Harian Jogja/Lugas Subarkah.
STARJOGJA.COM, Info — Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mendorong pengembangan teknologi digital yang tidak hanya mengutamakan teknologi baru, tetapi juga memastikan masyarakat mampu mengakses dan membayar layanan internet. Hal tersebut disampaikan saat menerima Commissioner PT Solusi Sinergi Digital Tbk Fadel Muhammad bersama perwakilan NTT, perusahaan telekomunikasi dan teknologi asal Jepang, di Gedong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Jumat (11/9/2026).
Pertemuan tersebut membahas penjajakan investasi dan pengembangan teknologi telekomunikasi, termasuk perluasan akses internet dengan biaya terjangkau di DIY. Sri Sultan menilai fondasi pengembangan smart province di DIY sudah cukup kuat, tetapi pengembangan teknologi ke tahap berikutnya membutuhkan biaya besar.
“Berarti kita lebih ada kemudahan di dalam aplikasi untuk ke internasional. Prinsip untuk smart province kan sudah relatif ada. Tapi untuk melangkah lebih jauh, cost-nya jadi sangat mahal,” kata Sri Sultan.
Karena itu, Sri Sultan berharap keterlibatan perusahaan besar dapat membantu menghadirkan teknologi baru tanpa membuat biaya layanan semakin mahal. Menurutnya, kemampuan masyarakat untuk membayar layanan harus menjadi pertimbangan dalam pengembangan teknologi.
“Kami punya harapan bagaimana bukan jadi mahal, tapi kemampuan publik itu bisa membayar. Yang penting itu. Kalau terlalu mahal kan juga akan tidak mampu,” ujarnya.
Sri Sultan juga meminta proses penjajakan dilakukan secara matang dengan tetap memperhatikan prosedur dan perizinan. Ia menyebut tim terkait sudah mulai bekerja sehingga pembahasan dapat dilanjutkan.
“Timnya sudah siap. Sudah ada. Sudah mulai. Prosesnya sudah dijalani. Kan tidak sekadar terpasang. Prosedur izinnya, jangan ditinggalkan,” tuturnya.
Sementara itu, Fadel Muhammad mengatakan kedatangannya bersama perwakilan NTT merupakan bagian dari penjajakan investasi telekomunikasi di Indonesia, termasuk DIY. Pihaknya melihat sejumlah infrastruktur dan potensi digital yang telah tersedia di DIY.
“Karena di Yogyakarta Pak Gubernur sudah melangkah jauh di sini. Persiapan-persiapannya sudah jauh dan sudah ada perusahaan yang menyiapkan infrastrukturnya. Tapi mereka terbentur sama teknologi untuk pengembangan berikutnya,” katanya.
Fadel berharap teknologi yang dibawa NTT dapat melengkapi infrastruktur yang sudah tersedia dan mempercepat pengembangan layanan internet. Salah satu targetnya adalah menghadirkan layanan internet dengan biaya sekitar Rp100.000 per bulan.
“Tujuannya mempercepat pendidikan orang menggunakan internet murah, affordable internet,” katanya.
Untuk menindaklanjuti penjajakan tersebut, tim dari pihak Fadel dan NTT akan berkomunikasi dengan Pemda DIY. Tim tersebut ditargetkan mulai dikirim pada bulan berikutnya untuk membahas bentuk kerja sama dan kebutuhan teknologi yang dapat diterapkan di DIY.
“Mulai, Insyaallah bulan depan timnya sudah kami kirim,” kata Fadel.
Sumber : Humas Pemda DIY
Bayu

14 Tahun Keistimewaan DIY, Pemerintah Dorong Penguatan Budaya dan Partisipasi Masyarakat

Previous article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in News