GUNUNGKIDUL, STARJOGJA.COM – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul memulai pelaksanaan Kepyakan Gotong Royong Kapanewon Wonosari Tahun Anggaran 2026. Kegiatan yang melibatkan masyarakat, pemerintah kalurahan, TNI, dan Polri ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pembangunan berbasis partisipasi masyarakat sekaligus mitigasi bencana.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menegaskan bahwa gotong royong merupakan kekuatan utama pembangunan daerah di tengah keterbatasan anggaran infrastruktur yang dihadapi pemerintah dalam beberapa tahun terakhir.
“Gotong royong bukan sekadar kegiatan bersama untuk menyelesaikan pekerjaan, tetapi wujud nyata kepedulian, kebersamaan, dan kesediaan saling membantu demi kepentingan bersama,” ujar Endah dalam Kepyakan Gotong Royong Wonosari, Kamis (10/09).
Menurutnya, semangat gotong royong yang diwariskan para pendiri bangsa masih sangat relevan untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan saat ini. Ia menilai sinergi ini menjadi modal sosial yang sangat berharga bagi Gunungkidul.
Endah juga mengungkapkan rencana pengembangan program gotong royong mulai tahun 2027. Jika selama ini program berbasis kalurahan, ke depan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berencana memperluasnya hingga tingkat padukuhan atau dusun.
“Insyaallah nanti ada 1.429 dusun yang akan menerima dukungan material gotong royong. Karena itu setiap dusun perlu segera memetakan kebutuhan yang paling mendesak untuk ditangani,” katanya.
Selain itu, Pemkab Gunungkidul juga akan memprioritaskan penanganan sedimentasi sungai di sejumlah wilayah yang selama ini rawan banjir. Langkah tersebut dilakukan melalui koordinasi antara DPRD, BPBD, dan Dinas Pekerjaan Umum dengan memanfaatkan momentum musim kemarau untuk pengerjaan di lapangan.
Menurut Endah, penanganan sedimentasi perlu dipercepat agar masyarakat tidak menghadapi ancaman bencana banjir setelah sebelumnya mengalami kekeringan.
Di sektor lain, pemerintah juga berencana mengalokasikan dukungan gotong royong untuk kawasan pariwisata. Kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas infrastruktur menuju destinasi wisata yang berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sementara itu, Panewu Wonosari, Dwi Windarsih, melaporkan bahwa seluruh persiapan pelaksanaan Kepyakan Gotong Royong Tahun Anggaran 2026 serentak dilakukan mulai hari ini.
Ia menyebutkan kegiatan gotong royong tahun ini melibatkan sekitar 1.050 peserta dengan dukungan anggaran operasional yang telah disiapkan melalui DPA Kapanewon Wonosari.
“Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah kalurahan, kapanewon, dan masyarakat yang dipimpin oleh Tim Pelaksana Kegiatan di masing-masing kalurahan,” ujarnya.
Bupati Endah berharap semangat gotong royong tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi gerakan yang terus hidup di tengah masyarakat. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga lingkungan, fasilitas umum, saluran air, serta berbagai sarana yang menjadi kebutuhan bersama.
“Dengan kebersamaan, berbagai persoalan akan lebih ringan diselesaikan dan berbagai potensi daerah akan lebih mudah dikembangkan,” tandasnya.
Baca juga : Perkuat Infrastruktur Rawan Bencana, Pemkab Gunungkidul Luncurkan Program Unggulan Gotong Royong 2026







Comments