STARJOGJA.COM, Info — Kenaikan suhu tidak hanya membuat cuaca semakin panas, tetapi juga dapat berdampak pada pendapatan usaha kecil di Indonesia. Temuan tersebut berasal dari penelitian dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) bersama peneliti Department of Economics, College of William and Mary.
Penelitian bertajuk Climate Change and Small Business Productivity dilakukan Wisnu Setiadi Nugroho, Elan Satriawan, dan Esa Azali Asyahid. Riset ini menganalisis data Indonesia Family Life Survey (IFLS) yang dipadukan dengan data historis temperatur dan curah hujan di berbagai wilayah Indonesia.
Hasil penelitian menunjukkan kenaikan suhu tahunan 1 derajat Celsius dari kondisi normal dapat menurunkan pendapatan usaha sekitar 13 hingga 14 persen. Sementara itu, pendapatan per pekerja dapat turun hingga sekitar 20 persen.
“Kami menemukan bahwa kenaikan temperatur tahunan sebesar 1 derajat Celsius dari kondisi normal menyebabkan penurunan pendapatan usaha sekitar 13 hingga 14 persen. Sementara itu, pendapatan tiap pekerja dapat turun hingga sekitar 20 persen,” ujar Esa dalam Research Series Climate Change and Small Business Productivity.
Dampak tersebut terutama dirasakan usaha kecil berbasis rumah tangga yang memiliki kapasitas adaptasi terbatas. Padahal, sekitar 99 persen unit usaha di Indonesia berada dalam kategori UMKM dan sebagian besar dijalankan dari rumah tangga.
Penelitian juga menemukan produktivitas usaha tidak meningkat atau menurun secara linear mengikuti suhu. Produktivitas cenderung optimal pada temperatur rata-rata tahunan sekitar 25 hingga 26 derajat Celsius, kemudian menurun ketika suhu melewati titik tersebut.
“Produktivitas cenderung optimal pada temperatur rata-rata tahunan sekitar 25 hingga 26 derajat Celsius. Namun ketika temperatur terus meningkat melewati titik tersebut, produktivitas mulai mengalami penurunan secara signifikan,” jelas Esa.
Sektor usaha kecil dan padat karya, seperti konstruksi, manufaktur, serta usaha makanan, tercatat mengalami tekanan produktivitas yang lebih besar. Kondisi panas membuat pekerja lebih mudah lelah, membutuhkan waktu istirahat lebih banyak, serta dapat mengganggu kemampuan mengambil keputusan.
“Paparan suhu tinggi menyebabkan tekanan fisik yang membuat pekerja melambat dan lebih sering beristirahat. Suhu panas juga mengganggu kemampuan kognitif pekerja dalam mengambil keputusan, sehingga memperlambat reaksi dan mengurangi akurasi kerja,” ujarnya.
Menurut Esa, kondisi tersebut berpotensi memperlebar ketimpangan ekonomi karena pelaku usaha kecil memiliki kemampuan adaptasi yang lebih terbatas. Pemerintah dinilai perlu memperkuat kebijakan adaptasi, antara lain melalui insentif finansial, akses teknologi pendingin, pengaturan jam kerja yang lebih fleksibel, dan perlindungan sosial yang responsif terhadap perubahan cuaca.
“Perubahan iklim bukan lagi sekadar isu lingkungan, melainkan juga persoalan produktivitas, kesejahteraan, dan pembangunan ekonomi,” tegasnya.
Focus Keyphrase: kenaikan suhu pendapatan usaha kecil
SEO Title: Kenaikan Suhu Bisa Turunkan Pendapatan Usaha Kecil
Meta Description: Penelitian FEB UGM menemukan kenaikan suhu 1 derajat Celsius dapat menurunkan pendapatan usaha kecil hingga 14 persen.
Tags: FEB UGM, perubahan iklim, suhu panas, UMKM, usaha kecil, pendapatan UMKM, produktivitas usaha, perubahan iklim Indonesia
Sumber : Humas UGM
Baca juga : Suhu Panas di Yogyakarta Hingga Akhir November







Comments