STARJOGJA.COM, Info – Dokter spesialis obstetri dan ginekologi subspesialis fertilitas endokrinologi reproduksi Prof. Budi Wiweko menyampaikan sejumlah kebiasaan yang dapat memengaruhi kesuburan pria. Menurutnya, materi genetik sperma relatif mudah mengalami kerusakan ketika terpapar panas atau kondisi tertentu dalam waktu lama.
Dalam temu media di Jakarta, Kamis, Ketua Umum Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia itu mengatakan kebiasaan menaruh telepon genggam di saku celana dalam dalam waktu lama perlu diperhatikan karena membuat area organ reproduksi terpapar gelombang elektromagnetik.
Kerusakan materi genetik sperma tersebut, menurut Prof. Budi, dapat memengaruhi kemampuan sperma untuk bergerak secara efektif dan terarah.
Selain penggunaan telepon genggam, kebiasaan memangku laptop serta menonton televisi dalam waktu lama juga disebut dapat memengaruhi kualitas sperma.
“Menonton televisi 40 jam berturut-turut selama satu minggu itu akan mengganggu, merusak DNA-nya,” katanya.
“Menyimpan dua handphone di celana bawah, menggunakan Wi-Fi sampai di pangku di paha, itu membahayakan,” tambahnya.
Prof. Budi juga menyebut paparan panas dari kebiasaan mandi menggunakan air panas maupun sauna sebagai hal yang perlu diperhatikan terkait kesehatan reproduksi pria.
Infertilitas Pria Perlu Diperiksa Lebih Awal
Persoalan kesuburan tidak hanya berkaitan dengan kondisi perempuan. Prof. Budi mengungkapkan data IVF Center RS Pondok Indah tahun 2020 menunjukkan 22,7 persen penyebab sulit berhasilnya program bayi tabung berkaitan dengan infertilitas pria.
Karena itu, ia menyarankan pemeriksaan kesuburan pria dilakukan terlebih dahulu ketika pasangan mengalami gangguan kesuburan.
“Jadi, kalau ada gangguan kesuburan yang harus diperiksa duluan adalah laki-laki ya. Jangan pernah menyentuh wanita, sebelum ada hasil sperma. Jadi, jangan dibalik,” katanya.
Menurut Prof. Budi, pasangan yang berencana memiliki anak juga perlu mempersiapkan kondisi kesehatan sebelum menjalani program In Vitro Fertilization (IVF) atau bayi tabung.
Persiapan tersebut antara lain memperbaiki gaya hidup, mengonsumsi asam folat, serta menjalani profilaksis minimal 60 hari sebelum prosedur dimulai.
Dengan demikian, menjaga kesehatan reproduksi pria dapat dilakukan sejak sebelum pasangan menjalani program kehamilan. Perhatian terhadap kebiasaan sehari-hari, terutama yang berkaitan dengan paparan panas dan gaya hidup, menjadi bagian dari persiapan tersebut.
Sumber : Antara
Baca juga : Awas, Kebiasaan ini Bisa Picu Gangguan Kesuburan







Comments