Lifestyle

Review Film Rumah Singgah, Tentang Persahabatan, Perjuangan, dan Harapan

0
film Rumah Singgah
film Rumah Singgah (antara)
STARJOGJA.COM, Info – Film Rumah Singgah garapan sutradara Dyan Sunu Prastowo menghadirkan kisah perjuangan pasien kanker dengan pendekatan yang hangat. Alih-alih hanya menyoroti rasa sakit dan kesedihan, film ini justru mengajak penonton melihat bagaimana dukungan orang-orang terdekat dapat menjadi kekuatan untuk menemukan harapan.
Cerita berpusat pada Karla (Adhisty Zara), seorang atlet lari muda yang harus menghadapi kenyataan bahwa dirinya mengidap kanker tulang atau osteosarkoma. Diagnosis tersebut mengubah kehidupannya, terlebih karena kondisi fisiknya membuat Karla tidak lagi leluasa melakukan aktivitas yang selama ini menjadi bagian penting dari hidupnya, yakni berlari.
Karla kemudian tinggal di sebuah rumah singgah pasien kanker yang dikelola Bu Andin (Dewi Irawan) dan dibantu Mang Didu (Aming). Di tempat tersebut, ia bertemu dengan Toni (Cicio Manassero), Pika (Messi Gusti), dan Luki (Devano), yang masing-masing memiliki perjuangan serta impian sendiri.
Awalnya, Karla masih sulit menerima keadaan. Sebagai atlet yang terbiasa mengandalkan tubuhnya untuk berlari, keterbatasan akibat penyakit membuatnya harus beradaptasi dengan kehidupan baru. Namun, perlahan hubungan dengan penghuni rumah singgah membuat Karla mulai membuka diri.
Persahabatan mereka menjadi inti cerita ketika keempatnya berusaha membantu Pika mewujudkan keinginannya untuk pergi ke pantai. Dari keinginan sederhana tersebut, mereka kemudian sepakat membantu mewujudkan impian masing-masing.
Toni ingin bertemu kembali dengan mantan kekasihnya, Luki berharap bisa bertemu kakaknya, sementara Karla memiliki keinginan untuk kembali merasakan berlari di lapangan.
Tidak Hanya tentang Pasien Kanker
Kekuatan Rumah Singgah terletak pada keberhasilannya memperluas cerita di luar persoalan penyakit. Film ini turut berbicara tentang persahabatan, keluarga, kehilangan, penerimaan, hingga orang-orang yang terus memberikan dukungan kepada mereka yang sedang berjuang.
Sutradara Dyan Sunu Prastowo menegaskan bahwa film ini memang tidak ingin menjadikan kesedihan sebagai satu-satunya kekuatan cerita.
“Kita kan enggak cuman yang mengidap kanker, tapi justru caregiver-nya, justru orang-orang sekitarnya yang dengan sepenuh hati tulus menggenggam tangannya, memberikan perhatian. Di sini kita memang semua yang berjuang,” ujar Sunu.
Konflik yang dihadirkan juga tidak terlalu berlebihan. Cerita bergerak melalui persoalan-persoalan personal yang sederhana, tetapi memiliki makna bagi masing-masing karakter.
Keinginan untuk bertemu seseorang, meminta maaf, menikmati pantai, berdamai dengan keluarga, atau kembali melakukan hal yang disukai menjadi bentuk harapan yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Akting Natural dan Tidak Terlalu Melankolis
Adhisty Zara cukup berhasil membawa karakter Karla yang rapuh sekaligus berusaha kuat menghadapi perubahan dalam hidupnya. Ekspresi dan gesturnya menjadi bagian penting dalam memperlihatkan pergulatan emosional Karla.
Devano sebagai Luki juga tampil cukup natural melalui karakter yang perhatian terhadap teman-temannya. Sementara itu, Cicio Manassero dan Messi Gusti ikut membangun dinamika persahabatan yang menjadi kekuatan utama film.
Kehadiran Aming sebagai Mang Didu memberikan warna komedi di tengah cerita yang cukup emosional. Unsur humor dan romantisme yang diselipkan membuat film tidak terus-menerus berada dalam suasana sedih.
Secara keseluruhan, “Rumah Singgah” merupakan drama yang mengandalkan kekuatan hubungan antarmanusia daripada konflik besar. Ceritanya sederhana, tetapi pesan mengenai pentingnya harapan, dukungan, dan keberanian untuk terus menjalani kehidupan terasa kuat.
“Kita develop bareng adalah semangatnya justru bukan kesedihan ataupun rasa sakitnya, tapi bagaimana dalam hidup ini apa sih yang harus kita perjuangkan harapan kita. Jadi itu yang kita bawa,” kata Sunu.
Diproduksi SENARA bersama Mandela Pictures dan Limelight Pictures, film “Rumah Singgah” mulai tayang di bioskop Indonesia pada 27 Agustus 2026.
Sumber : Antara
Bayu

Dokter Ungkap Gaya Hidup Berisiko Picu Plak Penyebab Penyakit Jantung Koroner

Previous article

BI DIY Musnahkan 18.680 Lembar Uang Rupiah Palsu

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lifestyle