Kota JogjaNews

Pameran “Bersama Penyaksi Bersaksi” Hidupkan Kembali Semangat Perlawanan Udin

0
Pameran Festival Udin 2026
Pameran Festival Udin 2026

STARJOGJA.COM, JOGJA— Pameran Festival Udin 2026 resmi dibuka di Concert Hall ISI Yogyakarta pada Rabu (13/8) sebagai bentuk peringatan 30 tahun kematian wartawan Udin. Sebagai bagian dari Festival Udin 2026 yang berlangsung selama 13—15 Agustus, pameran ini menjadi media menyuarakan keadilan atas kasus pembunuhan Wartawan Bernas, Udin.

Fuad Muhammad Syafruddin atau akrab disapa Udin dikenal sebagai wartawan kritis dan aktif menyuarakan isu-isu militerisme, kekerasan, dan suap menyuap pada masa Orde Baru.

Kasus kematian Udin terus menjadi perbincangan setiap tahunnya, terutama menjelang peringatan kematiannya pada 16 Agustus. Udin wafat pada 16 Agustus 1996 setelah sebelumnya mengalami penganiayaan oleh orang tak dikenal, namun hingga tiga dekade berlalu kasus tersebut belum menemukan titik terang mengenai pelaku maupun dalang di balik pembunuhan tersebut.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta menjadi salah satu pihak yang terus menerus mendesak pengusutan kasus Udin.

Selama tiga hari, AJI bersama sejumlah seniman terlibat dalam Pameran Festival Udin 2026 untuk untuk merawat ingatan sekaligus melanjutkan semangat perjuangan Udin. Pameran kuratorial bertajuk “Bersama Penyaksi Bersaksi” ini tak hanya menyuarakan kasus Udin, tetapi juga isu-isu krisis ekologi pada saat ini.

Salah satu penggagas Festival Udin 2026, Rimbawana, mengatakan pameran ini menjadi ruang untuk kembali mengingat perjuangan Udin dalam menyuarakan berbagai persoalan pada masa Orde Baru, khususnya militerisme, kekerasan, dan praktik suap-menyuap.

“Kita hari ini bersama-sama ingin memperingati bagaimana upaya Udin untuk mengupas hal-hal berbau militerisme, kekerasan, suap-menyuap pada Orde Baru,” ujarnya.

Pameran tersebut menghadirkan sejumlah karya dari komunitas ABDW Project, Corong Api, Taring Padi, dan Ibu Berisik. ABDW Art Project dalam pameran tersebut menghadirkan instalasi yang merespons pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di Gunungkidul yang merepresentasikan dampak pembangunan terhadap habitat satwa liar.

Corong Api menghadirkan “Murka Udin” untuk mengangkat sisi keberanian Udin yang dinilai selama ini luput dari ingatan publik.

Sementara itu, kelompok Taring Padi menyajikan trilogi karya visual yang mengangkat penolakan terhadap ekspansi tambang Freeport di Papua. Berbeda dengan kedua kelompok tersebut, Ibu Berisik menghadirkan instalasi yang meminjam tradisi rewang Jawa yang seringkali dianggap underrated, namun justru menjadi alat bergerak yang cukup kuat untuk menyindir situasi nasional saat ini.

“Tapi ternyata setelah kami menjalani ibu berisik selama satu tahun terakhir, rewang dan rembukan itu justru menjadi media kami mendekati banyak orang bahkan bisa menjadi sebuah alat gerakan yang cukup kuat,” Ucap Berna sebagai perwakilan dari Ibu Berisik.

Melalui keberagaman karya tersebut, Rimbawana atau Wawan berharap pameran dapat menjadi medium untuk terus menggemakan persoalan yang pernah disuarakan Udin sekaligus mengajak masyarakat menjaga keberanian dalam menyuarakan kebenaran.

“Kami di sini mengajak kawan-kawan semua untuk terus menggemakan apa yang sudah disuarakan Udin dan juga kawan-kawan jurnalis yang harus mati karena berita, harus mati demi kebenaran, dan harus mati karena fakta,” pungkasnya.

Selain pameran, rangkaian Festival Udin 2026 juga menghadirkan sejumlah agenda lain, di antaranya aksi teatrikal Khuluqul Karim, pertunjukan musik Umar Haen, serta pemutaran film The Years of Blur. Dua sesi diskusi publik turut digelar dengan mengangkat isu diskriminasi terhadap jemaat Gereja Kristen Misi Sejahtera (GMS) Bantul serta reposisi peran jurnalisme dalam gerakan advokasi lingkungan dan bantuan hukum.

Baca juga: Taman Budaya Yogyakarta Kembali Gelar Pameran Fotografi Rana Budaya #4

Penulis: Ulima Fauzia Elisa

Cuaca Panas, Waspadai Heatstroke dan Kenali Gejalanya

Previous article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Kota Jogja