Kab SlemanNews

Pemkab Sleman Siaga Darurat Kekeringan, Perkuat Dropping Air Bersih

0
Siaga Darurat Kekeringan

STARJOGJA.COM,SLEMAN. Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan menyusul peringatan dini dari BMKG DIY terkait potensi musim kemarau yang lebih panjang dan kering akibat dampak El Nino.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman, Bambang Kuntoro, A.P., M.Si., mengungkapkan bahwa berdasarkan prediksi BMKG, wilayah Sleman mengalami curah hujan kategori bawah normal dengan puncak kemarau yang diprediksi berlangsung pada Agustus 2026.

“Berdasarkan prediksi BMKG, wilayah Kabupaten Sleman menghadapi periode musim kemarau yang lebih panjang dan kering, serta telah dikeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis dengan kategori Siaga,” ujar Bambang Kuntoro dalam keterangannya, Selasa (11/8/2026).

Untuk meminimalisasi dampak krisis air bersih, BPBD Kabupaten Sleman bersama lintas sektoral telah mengambil sejumlah langkah strategis, baik melalui mitigasi struktural maupun non-struktural.

“Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan diberlakukan selama dua bulan, terhitung mulai 1 Juli hingga 31 Agustus 2026. Kami juga Menyiapkan armada truk tangki air beserta sarana pendukung dan menyalurkannya ke wilayah terdampak, seperti di Kalurahan Girikerto (Kapanewon Turi) dan Kalurahan Sumbersari (Kapanewon Moyudan),” terangnya.

Untuk mengatasi dampak kekurangan air bersih, Pemkab Sleman mengalokasikan anggaran sekitar Rp25 juta yang setara dengan penanganan 50 tangki air bersih. Penyaluran air bersih dilakukan secara situasional sesuai kebutuhan warga di lapangan.

​Berdasarkan catatan BPBD Sleman, pendistribusian air bersih telah dilakukan di beberapa titik terdampak kendala teknis maupun penurunan debit sumber air. Pada April lalu, bantuan empat tangki air disalurkan ke Girikerto dan Purwobinangun, Kalapanewon Turi, akibat mampetnya Pamsimas yang tertimbun material Merapi.

​Penyaluran air juga dilakukan pada Juli sebanyak lima tangki atau setara 25.000 liter ke Sumbersari, Kalapanewon Moyudan, akibat kerusakan pompa Pamsimas.

Ia mengatakan Penanganan potensi kekeringan di Kabupaten Sleman dilakukan secara terpadu melalui kolaborasi berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi terkait.

Kami menggandeng DPUPKP dengan melakukan rehabilitasi rutin bendung, embung, serta koordinasi sumur dalam dengan BBWSSO,” lanjutnya.

Pemkab melalui Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman telah Mengeluarkan imbauan kepada petani untuk menyesuaikan masa tanam dan memilih komoditas yang tahan terhadap kondisi minim air.

Bersama Dinas Lingkungan Hidup & Pemadam Kebakaran,kami Mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan yang berpotensi memicu kebakaran lahan serta menggalakkan konservasi air,” himbaunya.

Bambang Kuntoro menegaskan bahwa keberhasilan penanggulangan kekeringan tahun ini sangat bertumpu pada integrasi lintas sektor serta partisipasi aktif masyarakat dalam menghemat penggunaan air serta menyiapkan sarana penampungan air secara mandiri.

Film The Last House Viral di Netflix, Kisahkan Keluarga yang Terjebak Bertahun tahun

Previous article

30 Tahun Membeku di Everest, Jenazah Green Boots Bersiap Dipulangkan

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Kab Sleman