STARJOGJA.COM, Sleman — Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan menggelar Sleman Creative Weeks (SCW) 2026 pada Oktober mendatang. Mengusung tema Living Shared Culture, kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi lintas komunitas untuk menghidupkan kebudayaan melalui pertemuan, interaksi, dan berbagai praktik seni.
“Sleman Creative Weeks 2026 dirancang sebagai ruang pertemuan lintas praktik seni, budaya, komunitas, dan masyarakat di Kabupaten Sleman. Kebudayaan bukan sekadar sesuatu yang dipertontonkan, melainkan bagian dari kehidupan yang terus berkembang,” ujar Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Sleman, Irawati Palupi Dewi, Selasa (22/9/2026).
Konsep Living Shared Culture diterjemahkan dalam empat gagasan utama, yakni Shared Space, Shared Gesture, Shared Story, dan Shared Screen. Keempatnya diwujudkan melalui sejumlah agenda seni dan budaya yang melibatkan komunitas dari berbagai latar.
“Keempat gagasan tersebut menunjukkan bahwa meski bentuk kesenian yang dihadirkan berbeda, semuanya memiliki titik temu, yakni kemampuan seni dan budaya untuk mempertemukan manusia,” imbuh Irawati.
Shared Space diwujudkan melalui Sleman Kite Festival sebagai ruang terbuka untuk berekspresi bersama. Sementara Shared Gesture hadir lewat Bedog Arts Festival yang mengeksplorasi gerak serta hubungan manusia dengan lingkungan.
Shared Story akan dihadirkan melalui Pesta Boneka yang menjadi ruang pertukaran cerita dan imajinasi berskala internasional. Pada 2026, festival tersebut melibatkan 33 grup dari 23 negara, termasuk Indonesia, Palestina, Prancis, Jerman, Jepang, Australia, dan Inggris.
Adapun Shared Screen memanfaatkan film melalui Sinergi Sinema Sleman. Program tersebut menjadi medium untuk melihat dinamika kehidupan sosial dari berbagai sudut pandang.
Selain penguatan ekosistem seni dan budaya, SCW 2026 juga membawa perhatian pada isu keberlanjutan lingkungan. Sleman Kite Festival, misalnya, menerapkan prinsip ramah lingkungan melalui kampanye kepedulian terhadap perubahan iklim dan upaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Pelaksanaan SCW 2026 merupakan hasil kolaborasi Dinas Pariwisata Sleman dengan pelaku seni, komunitas, dan ekosistem kreatif lokal. Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan Dana Keistimewaan (Danais) DIY untuk memperkuat pemajuan kebudayaan berbasis masyarakat.







Comments