JogjaKULifestyle

Angkat Filosofi Abdi Dalem Keraton, Tari Pinilih Sang Manggung Karya SMP Taman Dewasa Jetis Raih Prestasi

0
tari Pinilih Sang Manggung SMP Taman Dewasa
tari Pinilih Sang Manggung (star fm)

STARJOGJA.COM, JOGJAPinilih Sang Manggung merupakan karya tari kreasi murni dari SMP Taman Dewasa Jetis yang kaya akan nilai filosofis. Tari garapan Vincencius Adam Prabowo ini berhasil meraih Juara 3 dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Provinsi Yogyakarta.

Tari Pinilih Sang Manggung ini merupakan hasil kolaborasi antara Adam sebagai guru pengampu seni tari dengan alumni SMP Taman Dewasa Jetis.

“Tari ini merupakan tari kreasi yang memang murni ciptaan sendiri dengan tujuan memang ingin menciptakan suatu karya sekaligus untuk event FLS3N,” Ujar Adam pada Rabu (5/8/2026).

Gagasan karya ini berawal dari riset mendalam Adam bersama rekannya terhadap kiblat kebudayaan Yogyakarta, yang masih bersumber di Keraton Yogyakarta. Tari Pinilih Sang Manggung atau yang dulunya Abdi Dalem Manggung terinspirasi dari abdi manggung Keraton, yaitu pengawal paling dekat keraton yang bertugas membawa regalia atau pusaka keraton.

Pusaka atau regalia ini memuat delapan nilai karakter kepemimpinan raja, di mana Adam mengambil satu nilai yang paling relevan dengan jiwa pelajar, yakni kebijaksanaan.

“Kita ambil nilai kekhususannya karena abdi manggung ini kan sebenarnya prajurit paling dekat dengan kraton yang fungsinya bukan hanya membawa pusaka atau regalia, tapi pusakan ini memuat delapan sifat-sifat baik raja. Nah karena itu, kami mencoba mengambil unsur yang paling dekat dengan karakter yang bisa ditiru oleh siswa, yaitu kebijaksanaan,” jelasnya.

Dalam tradisi Keraton, kebijaksanaan tersebut dilambangkan dengan binatang angsa atau soang. Pengamatan terhadap gerak-gerik angsa kemudian diolah secara mendalam hingga membentuk gestur, dinamika, dan pola lantai tari yang unik.

“Kalau dalam keraton kan kebijaksanaan diibaratkan kaya angsa atau soang, nah itu kita ulik gimana sih angsa itu. Sifatnya yang anggun, suka berkelompok, hingga cara jalannya itu kita ubah menjadi koreografi,” ungkap Adam.

Penyusunan gerakan tari ini mengikuti alur penyeleksian Abdi Dalem Manggung. Alur cerita dimulai dari pembekalan keprajuritan yang dituangkan melalui gerakan sigrak, keterampilan berperang, tata cara mendampingi Raja, hingga keanggunan regalia yang dibawanya.

Properti yang digunakan pun mencerminkan transformasi tersebut, mulai dari terompet menjadi visualisasi prajurit saat berperang, angsa menggambarkan pusaka yang dibawa, sedangkan payung songsong emas memvisualisasikan sosok Raja.

Adam juga menambahkan bahwa alasan tidak menghadirkan sosok raja disini karena memang tari ini berfokus pada sudut pandang seorang abdi dalem. Sebagai gantinya, kehadiran sang Raja dihadirkan secara simbolis melalui properti payung songsong emas yang dilindungi oleh Abdi Dalem Manggung.

Proses kreatif Pinilih Sang Manggung memakan waktu yang cukup panjang, dimulai sekitar 6 bulan terakhir pada tahun 2024, lalu pada tahun 2025 mulai melibatkan siswa sebagai praktisi untuk eksekusi gerakan.

Keindahan narasi filosofis serta kekuatan koreografinya tidak hanya membawa karya ini berjaya di tingkat regional, tetapi juga telah secara resmi mengantongi Hak Cipta (HAKI) sebagai karya seni tari yang terproteksi hukum. Ke depannya, Adam berharap tarian ini dapat terus mengalami regenerasi hingga kelak SMP Taman Dewasa Jetis mampu mendirikan sanggar tari untuk masyarakat umum.

Baca Juga: Bukan Sekadar Permainan, Dolanan Anak Ajarkan Karakter dan Jaga Warisan Budaya

Penulis: Ulima Fauzia Elisa

Ungu Rilis Video Musik Lagu Utara Selatan

Previous article

BPJS Ketenagakerjaan Bantul Gandeng BTN dalam Menghadirkan Program MLT

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in JogjaKU