HealthLifestyle

Yogyakarta Jadi Tuan Rumah KONAS PPHI-PGI-PEGI 2026, Satukan Langkah Hadapi Penyakit Pencernaan dan Hati

0
Penyakit Pencernaan dan Hati
Kongres Nasional (KONAS) dan Pertemuan Ilmiah Nasional (PIN) gabungan tiga organisasi profesi kedokteran, yakni Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI), Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PGI), dan Perhimpunan Endoskopi Gastrointestinal Indonesia (PEGI). Forum ilmiah yang berlangsung pada 23–26 Juli 2026 di The Alana Hotel & Convention Center Yogyakarta. (ist)
STARJOGJA.COM, Yogyakarta — Yogyakarta menjadi tuan rumah Kongres Nasional (KONAS) dan Pertemuan Ilmiah Nasional (PIN) gabungan tiga organisasi profesi kedokteran, yakni Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI), Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PGI), dan Perhimpunan Endoskopi Gastrointestinal Indonesia (PEGI). Forum ilmiah yang berlangsung pada 23–26 Juli 2026 di The Alana Hotel & Convention Center Yogyakarta itu mengusung tema Challenges and Innovations in Gastroenterohepatology: From Research to Clinical Practice.
Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi akademisi, klinisi, peneliti, hingga pemerintah untuk menyatukan langkah menghadapi meningkatnya tantangan penyakit pencernaan dan hati di Indonesia, sekaligus memperkuat kolaborasi antara hasil riset dengan praktik klinis.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyambut baik penyelenggaraan kongres tersebut di Yogyakarta. Menurutnya, kehadiran para ahli kesehatan dari berbagai daerah di Indonesia diharapkan mampu memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
“Kami menyambut baik kehadiran para ahli dan tenaga kesehatan dari seluruh Indonesia di Bumi Mataram. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga mendorong peningkatan status kesehatan masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya, terutama dalam deteksi dini penyakit hati dan pencernaan,” ujar Sri Sultan.
Ketua Umum PB PGI, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, MMB, SpPD, K-GEH, FACP, FACG, FINASIM, mengatakan tantangan penyakit gastroenterologi dan hepatologi di Indonesia semakin kompleks. Karena itu, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan menjadi kebutuhan mendesak.
“Tantangan di bidang gastroenterologi dan hepatologi semakin berat, mulai dari peningkatan kasus Metabolic Dysfunction-Associated Fatty Liver Disease (MAFLD), beban kanker kolorektal, hingga upaya eliminasi hepatitis. Kongres ini adalah wadah untuk meng-update kompetensi para dokter melalui simposium, forum ilmiah organisasi, dan inagurasi konsultan gastroenterohepatologi baru,” katanya.
Menurut Ari, peningkatan kapasitas dokter diharapkan mampu menjawab kebutuhan layanan kesehatan masyarakat yang terus berkembang, sekaligus memperkuat pendidikan dan penelitian gastroenterologi di Indonesia sesuai standar internasional.
Sementara itu, Ketua Umum PB PPHI Dr. dr. Andri Sanityoso, SpPD, K-GEH, FINASIM, menegaskan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam mewujudkan target eliminasi hepatitis pada 2030.
“Data menunjukkan bahwa beban penyakit hati kronis di Indonesia masih sangat tinggi. Kami di PPHI berkomitmen untuk terus mendorong kebijakan berbasis bukti, mulai dari optimalisasi skrining hepatitis B pada ibu hamil hingga pengenalan teknologi diagnostik baru seperti biomarker PIVKA-II untuk deteksi dini kanker hati,” ujarnya.
Di sisi lain, Ketua Umum PB PEGI Dr. dr. Achmad Fauzi, SpPD, K-GEH, FINASIM, menyoroti pesatnya perkembangan teknologi endoskopi yang dinilai mampu meningkatkan deteksi dini kanker saluran cerna.
“Kemajuan teknologi endoskopi dan ablasi membawa angin segar bagi penanganan kanker saluran cerna dan hati. Lewat workshop hands-on seperti Live Demonstration Microwave Ablation dan Simulation Based Mastery Learning on Polypectomy, kami membekali para peserta dengan keterampilan teknis terkini,” katanya.
Ketua Panitia KONAS & PIN PPHI-PGI-PEGI 2026 Dr. Putut Bayupurnama, SpPD, K-GEH, FINASIM, menjelaskan forum ilmiah tersebut menghadirkan lebih dari 20 sesi ilmiah yang mencakup simposium, pelatihan berbasis simulasi, hingga demonstrasi prosedur medis secara langsung.
Selain menghadirkan pembicara nasional, kongres juga menghadirkan sejumlah pakar internasional seperti Prof. Shuichiro Shiina dari Jepang, Prof. Kenichi Ikejima dari Jepang, dan Prof. Raja Affendi Raja Ali dari Malaysia guna memperkuat kolaborasi riset dan pertukaran pengetahuan di bidang gastroenterohepatologi.
Sebagai rangkaian penutup, penyelenggara juga akan memperingati Hari Hepatitis Sedunia pada 26 Juli 2026 dengan mengusung tema global “Hepatitis: Let’s Break It Down” dan tema nasional “Perluas Akses, Perkuat Kolaborasi, Wujudkan Eliminasi Hepatitis”. Kegiatan tersebut akan diisi dengan skrining kesehatan gratis dan edukasi kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan deteksi dini dan kesadaran terhadap penyakit hepatitis.
Bayu

Kusta pada Anak Jadi Sorotan, UGM Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini

Previous article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Health