Lifestyle

Dosen UMY Soroti Ancaman Brain Drain di Balik Meningkatnya WNI Lepas Kewarganegaraan

0
brain drain KBRI Sri Lanka pulangkan WNI
KBRI Sri Lanka pulangkan WNI (KBRI Sri Lanka)
STARJOGJA.COM, Info – Meningkatnya jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang mengajukan pelepasan kewarganegaraan dalam beberapa tahun terakhir dinilai perlu menjadi perhatian serius. Selain dipengaruhi faktor pernikahan, pendidikan, dan pekerjaan di luar negeri, fenomena tersebut juga berpotensi memicu brain drain atau perpindahan sumber daya manusia berkualitas ke negara lain.
Berdasarkan data Kementerian Hukum, hampir 8.000 WNI mengajukan permohonan pelepasan kewarganegaraan dalam lima tahun terakhir. Dosen Program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dian Azmawati, S.IP., M.A., mengatakan perpindahan manusia antarnegara memang merupakan fenomena yang telah berlangsung sejak lama, namun keputusan berganti kewarganegaraan memiliki makna yang berbeda.
“Kalau kita melihat migrasi secara umum, fenomena itu sudah terjadi sejak awal sejarah manusia. Yang berubah sekarang adalah kecepatannya. Globalisasi membuat orang semakin mudah berpindah, memperoleh informasi mengenai peluang hidup di negara lain, hingga akhirnya memilih menetap di sana. Perpindahan manusia antarnegara bukanlah sesuatu yang baru. Namun, ketika seseorang memutuskan untuk berganti kewarganegaraan, tentu ada berbagai faktor yang membuat mereka merasa akan memperoleh manfaat yang lebih besar di negara tujuan,” jelas Dian kepada Humas UMY, Rabu (8/7/2026).
Menurut Dian, migrasi dapat dipicu berbagai alasan seperti pernikahan, konflik, maupun bencana alam. Namun, ketika perpindahan didominasi oleh individu yang memiliki pendidikan, kompetensi, dan keahlian tinggi, kondisi tersebut mulai mengarah pada fenomena brain drain yang berpotensi merugikan negara asal.
“Kalau migrasi terjadi karena pernikahan, konflik, atau bencana, itu merupakan fenomena yang sudah lama ada. Namun, brain drain berbeda. Yang berpindah adalah orang-orang yang memiliki kemampuan, pendidikan, dan keahlian yang justru dibutuhkan untuk membangun negara. Karena itu, jika fenomena ini terus meningkat, tentu menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius,” tegasnya.
Ia menilai brain drain dapat mengurangi kapasitas Indonesia dalam meningkatkan daya saing di berbagai sektor. Talenta terbaik memiliki peran penting dalam mendorong inovasi, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat kualitas sumber daya manusia. Jika semakin banyak individu berkompetensi tinggi memilih menetap di luar negeri, Indonesia berisiko kehilangan potensi besar untuk mempercepat pembangunan nasional.
“Brain drain jelas berdampak pada negara asal karena yang pergi bukan orang sembarangan. Mereka adalah individu-individu yang memiliki kompetensi tinggi dan sebenarnya sangat dibutuhkan untuk membangun Indonesia. Jika talenta terbaik lebih memilih mengembangkan potensinya di negara lain, maka Indonesia akan kehilangan sumber daya yang penting untuk mempercepat pembangunan,” katanya.
Dian menambahkan, meningkatnya jumlah WNI yang melepas kewarganegaraan juga mencerminkan semakin ketatnya persaingan global dalam menarik talenta berkualitas. Karena itu, pemerintah dinilai perlu membangun ekosistem yang mampu memberikan ruang berkembang bagi sumber daya manusia unggul melalui peningkatan kualitas pendidikan, peluang karier, serta iklim riset dan inovasi yang kompetitif agar talenta terbaik tetap memilih berkarya di Indonesia.
Sumber : Humas UMY
Bayu

Nusa Wastra, Pameran Kain Nusantara di Museum Sonobudoyo

Previous article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lifestyle