Lifestyle

Kementerian Kebudayaan Buka Sayembara Produksi Film Kepahlawanan Indonesia 2026

0
gua Metanduno museum song terus Syekh Yusuf al Makassari al Bantani Repatriasi benda budaya Indonesia Film Kepahlawanan Indonesia
Menteri Kebudayaan Fadli Zon bicara soal situs Gunung padang (antara)
STARJOGJA.COM, Info – Kementerian Kebudayaan meluncurkan Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan Indonesia Tahun 2026 untuk mendorong lahirnya film-film yang mengangkat perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada periode 1945-1950. Program ini juga menjadi ajang sayembara bagi sineas Indonesia untuk mengembangkan karya berbasis riset sejarah.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan program bertema “Menyulam Ingatan, Merawat Kebangsaan: Menghidupkan Peristiwa Sejarah 1945-1950 dalam Sinema Kontemporer” itu bertujuan mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda, melalui medium film.
“Tujuan untuk mengedukasi, terutama generasi muda, tentang sejarah, tentang kepahlawanan, perjuangan tokoh-tokoh bangsa, baik itu figur sentral, maupun tokoh di bidang lain yang berjuang secara fisik (maupun) diplomasi,” ujar Fadli Zon dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.
Sayembara dibuka dalam dua kategori, yakni film panjang berdurasi minimal 75 menit dan film pendek berdurasi 15-30 menit. Keduanya diperuntukkan bagi sineas Indonesia yang memiliki gagasan orisinal berbasis riset mengenai narasi kepahlawanan Indonesia.
Untuk kategori film panjang, peserta diberi kebebasan mengeksplorasi tokoh, peristiwa, hingga dinamika sosial pada masa perjuangan kemerdekaan melalui berbagai genre. Sementara kategori film pendek difokuskan pada sejumlah peristiwa sejarah, seperti Peristiwa Rengasdengklok, Proklamasi Kemerdekaan, Pertempuran Surabaya 10 November, Agresi Militer Belanda, Gerilya Jenderal Soedirman, Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI), hingga perjuangan diplomasi dan ekonomi pada masa awal republik.
“Program ini dirancang tidak hanya sebagai fasilitasi produksi film, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi antara insan perfilman dengan para sejarawan, akademisi, arsiparis, penulis skenario, produser, sutradara, dan praktisi perfilman,” kata Direktur Film, Musik dan Seni Ditjen Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan, Irini Dewi Wanti.
Selain menyediakan dukungan pendanaan, program ini juga memberikan pendampingan sejak tahap penyempurnaan skenario, konsultasi bersama sejarawan dan budayawan, hingga proses produksi bersama para profesional perfilman. Kementerian berharap kolaborasi tersebut menghasilkan film yang tidak hanya memiliki kualitas artistik, tetapi juga didukung landasan historis yang kuat.
Peluncuran program dilakukan pada 9 Juli 2026, sedangkan pendaftaran sayembara dibuka mulai 10 Juli hingga 10 Agustus 2026 melalui laman resmi filmkepahlawanan.id. Proposal terpilih akan diumumkan pada Agustus 2026, dilanjutkan tahap pengembangan pada Agustus-September 2026 sebelum memasuki proses produksi hingga akhir tahun 2026.
Sumber : Antara
Bayu

Film Horor Indonesia Slaughterground Raih Tiga Penghargaan di NAFF 2026

Previous article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lifestyle